Page 60 - BUKU ILMU FALAK
P. 60
nama-nama keduabelas bulan tetap seperti yang telah
digunakan sebelumnya, diawali dengan bulan Muharram
dan diakhiri dengan bulan Dzulhijjah.
Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad beserta para
pengikutnya dari Mekkah ke Madinah yang dipilih sebagai
titik awal perhitungan tahun, tentunya mempunyai makna
yang amat dalam bagi umat Islam. Peritiwa hijrah dari
Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa besar dalam
sejarah awal perkembangan Islam. Peristiwa hijrah adalah
pengorbanan besar pertama yang dilakukan nabi dan
umatnya untuk keyakinan Islam, terutama dalam masa awal
perkembangannya. Peristiwa hijrah ini juga
melatarbelakangi pendirian kota muslim pertama. Tahun
baru dalam Islam mengingatkan umat Islam tidak akan
kemenangan atau kejayaan Islam, tetapi mengingatkan
pada pengorbanan dan perjuangan tanpa akhir di dunia
ini[3].
c. Fikih Awal Bulan Hijriyah
Penetapan kapan awal bulan dimulai dalam kalender
hijriyah berawal dari hadits nabi;
ْ
ُ َ
َ
اًم ْ وٌَ َنٌِث َ لََث ةَّدِعلا اولِمْكأَف ْمُكٌَْلَع َّمُغ ْن ِ إَف ِهِتٌَْؤ ُ رِل او ُ رِطْفأو ِهِتٌَْؤ ُ رِل اوُموُص
َ
َ
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah
karena melihatnya. Bila penglihatan kalian tertutup mendung
maka sempurnakanlah bilangan (bulan Sya‟ban) menjadi
tiga puluh hari.”
Dalil inilah yang menjadi rujukan para ahli falak dan
astronomi ketika akan menetapkan penanggalan. Namun
diantara para ulama ahli falak saling berbeda pendapat
dalam memaknai teks ِهِتٌَْؤ ُ رِل. Sebagian ulama‟ memaknai
ِهِتٌَْؤ ُ رِل adalah dengan harus melihat hilal, namun ulama‟ yang
lain memaknai tidak harus melihat hilal dengan mata namun
cukup bisa difikirkan atau dihitung. Namun dalam hal ini
kami tidak akan membahas secara panjang lebar. Yang
jelas dalam penetapan awal bulan ini akan berimbas pada
ibadah umat islam. Di antaranya;
Ilmu Falak | 60