Page 29 - E-MODUL ASAM BASA SENYAWA ORGANIK_ANDRA MEISANTRY ASSARI_F1062181002_P. KIMIA
P. 29

Gambar 18. Persamaan reaksi keasaman dari asam karboksilat ditentukan oleh gugus ─OH. Sumber:
                      Buku Kimia Organik (Riswiyanto, 2009).

                              Pada  reaksi  kesetimbangan  alkohol,  ion  alkoksida  hanya  mempunyai  satu
                                                    -
                      bentuk  struktur,  yaitu  R─O ;  sedangkan  pada  asam  karboksilat,  ion  karboksilat
                      berada dalam dua bentuk resonansi I dan resonansi II. Ini berarti ion karboksilat
                      distabilkan  oleh  adanya  resonansi.  Resonansi  ini  memudahkan  pelepasan  ion
                      hidrogen sehingga keasaman dari asam karboksilat lebih besar daripada alkohol.


                              Menurut teori resonansi, ion karboksilat berada dalam hibridisasi dari dua
                      struktur  dengan  kestabilan  yang  sama.  Atom  karbon  dihubungkan  dengan  atom
                      oksigen di mana muatan negatif terdistribusi sama di antara kedua atom oksigen,
                      dan panjang ikatan dari dua ikatan karbon-oksigen adalah negatif.




                                                               Setara dengan

                      Gambar 19. Resonansi asam karboksilat. Sumber: Buku Kimia Organik (Riswiyanto, 2009).
                              Kekuatan  keasaman  asam  karboksilat  sangat  dipengaruhi  oleh  adanya

                      substituen yang terikat pada gugus alkil yang mengikat ─COOH. Faktor yang dapat
                      menstabilkan  ion  karboksilat  akan  meningkatkan  keasaman  asam  karboksilat.
                      Sebaliknya, faktor-faktor yang menurunkan kestabilan ion karboksilat juga akan
                      menurunkan keasaman asam karboksilat.

                              Substituen  penarik  elektron  akan  memancarkan  muatan  negatif  yang

                      berarti  menstabilkan  anion  dan  menaikkan  keasaman.  Substituen  pendorong
                      elektron  akan  mengintensifkan  (memperkuat)  muatan  negatif  yang  berarti
                      mendestabilkan anion dan menurunkan keasaman.

                              Faktor paling penting adalah efek induktif dari gugus yang dekat dengan
                      gugus  karboksil.  Efek  ini  terpancar  melalui  ikatan,  dengan  menggeser  elektron

                      ikatan  kearah  atom  elektronegatif,  atau menjauhi  atom  elektron  positif.  Gugus
                      penarik elektron meningkatkan keasaman, dan gugus pelepas elektron menurunkan
                      keasaman.

                              Perhatikan pengionan asam asetat dan turunan kloro-nya sebagai berikut:






                              asetat                 kloroasetat        dikloroasetat                  trikloroasetat

                      Gambar 20. Pengionan asam asetat dan turunan kloro-nya. Sumber: Buku Kimia Organik (Hart, 2003).





                                                                                                       20
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34