Page 9 - 9 dari Nadira
P. 9

'Ucapan 'f erimakasih





                      Ario Anindito  yang senantiasa menyediakan waktu dan
                ruang untuk berdiskusi tentang karakter Nadira, Nina, Arya,

                Utara Bayu, dan menghasilkan ilustrasi yang cemerlang.
                      Merekayangmembacadan memberi masukan padadraf

                awal:  Budi Darma, Joko Anwar, Lala Hamid,  Ario Anindito,
                Agus  Sarjono,  Jamal  D.  Rahman,  Joss  Wibisono,  Nurlis
                Meuko,  Wisnu Dharmawan, Arswendy Nasution.

                      Keluarga  KPG:  Pax  Benedanto  dan  Candra  Gautama
                yang bersedia memahami mengapa saya menyebut ini sebagai

                kumpulan  cerpen  dan  bukan novel,  dan seluruh  tim  editor
                dan desain yang membantu menyempurnakan buku ini.
                      Mereka  di  dunia  sastra  yang  menggocoh  saya  agar

                kembali menulis:  Rendra  (aim) yang memperkenalkan saya
                pada  ekonomi  kata-kata;  Sutardji  Calzoum  Bachri  yang

                meyakinkan  saya  bahwa  "kata-kata  memiliki  roh  dan  hi­
                dupnya  sendiri";  Martin  Aleida  yang  mendorong  saya  agar
                "kembali  ke  rumah  saya  di  dunia  sastra";  Seno  Gumira

                Ajidarma,  Nirwan  Dewanto,  Kurnia  Effendi,  Soni  Farid
                Maulana  untuk  korespondensi  yang  intens  tentang  proses

                penciptaan.
                      Mereka  di  dunia  film  yang  menyalakan  energi  saya
                untuk terus menulis:  Mira  Lesmana,  Riri  Riza, Joko Anwar,

               Dian  Sastrowardoyo,  Tora  Sudiro,  Harry Dagoe,  keluarga
                SinemArt:  Mitzy  Christina,  Novi  Christina,  dan  Cindy

                Christina, serta Maruli Ara.
                      Keluarga  besar  T e m p o.   Yusril Djalinus (aim),  Bambang
                Harymurti,  dan  Toriq  Hadad  yang  mendidik  kami  tentang

                integritas dalamjurnalisme. Ahmad Taufik, Hermien Kleden,
                Arif Zulkifli,  Wahyu  Muryadi,  Amarzan  Lubis,  P u tu  Setia,

                Edi R.M., NugrohoDewanto, SenoJokoSUyono, dan Baskoro
                yang  tetap  menghidupkan  spirit  Tempo  dan  menyalakan
                imaji "majalah T e r a "   dalam buku ini.
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14