Page 6 - 7. UKBM_SeniBudaya
P. 6
tradisonal melalui film atau senitografi. Hal itu tergantung dari pilihan
kelompok.
2. Membuat Rancangan Arena
Dalam membuat rancangan pementasan teater, sebaiknya arena yang
akan dijadikan tempat pementasan dibuat atau disesuaikan dengan
suasana pementasan teater. Misalnya dalam pertunjukan teater
tradisional Lenong, Longser, dan Topeng Banjet suasana arena
pementasan berupa arena terbuka. Hubungan pertunjukan dan
penontonnya terasa akrab, seolah tidak ada batas “pertunjukan” dan
“penonton”. Penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Panggung
sebagai arena pementasan dilengkapi dengan lampu obor, lampu obor
sebagai alat penerangan dan juga sebagai hiasan di sekitar panggung.
Penonton menyaksikan pementasan sambil duduk lesehan dibawah
lantai tanah. Penambahan hiasan dari daun kelapa muda dan bambu
dapat menambah semaraknya suasana
3. Membuat Rancangan Properti
Buat rancangan peralatan yang dibutuhkan diatas panggung (properti)
dan latar belakang panggung (setting) seefektif dan seefisien mungkin,
artinya properti dan setting yang di buat sesuai dengan tuntutan
pertunjukan, serta fungsinya yang jelas. Tidak kurang ataupun tidak
berlebihan. Dan tentunya harus membuat nyaman para pemain dan
menarik bagi penonton.
4. Membuat Rancangan Musik
Kehadiran musik dan tarian dalam pertunjukan teater tradisional sangat
penting dan menentukan keberhasilan pementasan teater tradisional.
Fungsi musik dalam teater tradisional sebagai unsur untuk
memeriahkan suasana pementasan secara keseluruhan dengan bunyi-
bunyian, dan sebagai pengiring tari-tarian, serta memberi penguatan
pada setiap penampilan pemain teater tradisional.
Jenis-jenis musik tergantung dari jenis teater yang ditampilkan misalnya
gambang kromong untuk pertunjukan Lenong, musik Samrah untuk
pertunjukan teater-teater melayu, juga musik Gamelan untuk
pertunjukan teater-teater di Jawa. Buatlah rancangan musik sesuai
dengan bentuk teater dan karakter pertunjukan.
5

