Page 5 - KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan modul ini guna memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Imunologi dengan judul “Maturasi Sel Limfosit T &
P. 5
ef
2.1.3Seleksi
Tahap maturasi pro sel T merupakan proses awal
maturasi, pada proses ini terjadi perpindahan sel punca dari
sumsum tulang ke timus. Belum terdapat penanda permukaan positif dan
sel limfosit yang khas, sehingga sel ini sering disebut sel
negatif ganda (double negative).Pro sel B ini terdapat pada
bagian cortex timus.Berbeda dengan pro sel T, pada pre sel T
sudah mulai terdapat penanda permukaan sel. Sel-sel ini negatif
sering disebut dengan timosit (sel limfosit awal). Kemudian
sel timosit ini akan mengalami maturasi lebih lanjut menjadi
timosit ganda atau memasuki tahap positif ganda.Pada tahap Tahap berikutnya dalam proses
ini timosit memiliki 2 jenis penanda permukaan sel yaitu CD4 maturasi adalah tahap sel tunggal. Pada
dan CD8 sehingga disebut dengan sel timosit ganda.Sel-sel ini tahap ini sel timosit yang lolos dalam seleksi
akan banyak mengalami proliferasi di bagian cortex timus. negatif dan positif akan mengekspresikan
satu jenis penanda permukaan sel saja, yaitu
Selain itu, juga akan mengalami seleksi positif. CD4 atau CD8.Sehingga disini sel limfosit
Seleksi positif sel timosit ganda terjadi di bagian cortex sudah dapat dibedakan menjadi sel T helper
timus. Pada tahap ini sel timosit akan berhadapan dengan sel epitel atau sitotoksik.Sel kemudian siap
timus menuju ke organ
dikeluarkan dari
cortex yang mengekspresikan MHC kelas I dan II. Jika timosit limfoid sekunder.
dapat berikatan dengan molekul MHC maka timosit akan Sel limfosit T yang belum mengenal
mengalami maturasi lebih lanjut. Jika tidak, maka akan antigen disebut sebagai sel T naïve.Sehingga
tahap ini sering disebut dengan tahap sel T
mengalami apoptosis. Sel timosit yang tetap hidup akan menuju naïve.Sel ini masih terdapat di organ limfoid
ke bagian medula timus dan mengalami seleksi negatif. Pada sekunder. Apabila sel ini sudah mengenal
seleksi negatif ini sel timosit akan berhadapan dengan sel epitel antigen, maka sel T akan menjadi matur dan
medul yang mengekspresikan MHC. Apabila ikatan antara timosit teraktivasi.
dengan molekul MHC terlalu “kuat” atau memiliki avinitas yang
tinggi, maka sel timosit akan mengalami kematian. Jika tidak
terlalu kuat akan tetap hidup dan mengalami maturasi lebih lanjut.