Page 44 - E-Modul FIXX
P. 44

SCIENCE




          Peningkatan  pesat  jumlah  penduduk  di  Indonesia  menimbulkan
        tantangan serius terkait dampaknya pada lingkungan dan kesejahteraan

        masyarakat. Salah satu dampak yang sangat terlihat adalah peningkatan
        jumlah kendaraan bermotor sebagai transportasi yang digunakan saat ini.

        Kendaraan tersebut pasti membutuhkan bahan bakar fosil seperti bensin
        dan diesel.                                                                      Gambar 1. Kendaraan

          Proses pembakaran bahan bakar ini menghasilkan emisi gas buang yang mencemari udara. Namun
        tahukah kamu bahwa emisi gas kendaraan mengandung senyawa hidrokarbon, senyawa apa sajakah

        yang  terdapat  pada  emisi  gas  kendaraan  ?  serta  apa  reaksi  senyawa  hidrokarbon  yang  ada  pada
        kendaaraan  bermotor?  untuk  lebih  jelas  mari  simak  penjelasan  materi  berikut  mengenai  jenis-jenis
        reaksi senyawa hidrokarbon!


        Senyawa hidrokarbon dapat mengalami tiga reaksi utama yaitu reaksi pergantian (substitusi), reaksi
        pemutusan  ikatan  rangkap  (adisi),  reaksi  pembentukan  ikatan  rangkap  (eliminasi)  dan  reaksi

        pembakaran (oksidasi).

         1. Reaksi Substitusi
         Reaksi Substitusi adalah reaksi penggantian atom atau gugus atom dalam suatu molekul dengan atom

         atau gugus atom lainnya. Penggantian gugus nukleofil disebut substitusi nukleofilik. Penggantian gugus
         elektrofil disebut substitusi elektrofilik. Gugus nukleofil tidak dapat digantikan dengan gugus elektrofil,

         demikian juga sebaliknya. Secara umum, reaksi substitusi dapat dituliskan sebagai:



         Dimana gugus Q dan X keduanya nukleofil atau keduanya elektrofil. Berikut contoh reaksi substitusi
                                                         uv




          2. Reaksi Adisi
          Reaksi  adisi  yaitu  reaksi  penggabungan  dua  atau  lebih  molekul  membentuk  suatu  produk  tunggal  yang

          ditandai dengan hilangnya ikatan rangkap. Reaksi ini merupakan reaksi karakteristik dari senyawa tak jenuh
          seperti alkena dan alkuna. Setelah mengalami reaksi adisi, alkena akan berubah menjadi senyawa jenuh
          alkana.

          a. Adisi pada alkena

            1) Adisi hidrogen pada alkena menghasilkan senyawa haloalkana








                             Reaksi adisi etana dengan klor menghasilkan 1,2- dikloroetana



                                                                                                              36
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49