Page 40 - E-Modul FIXX
P. 40
Technology
Dahulu korek api kayu digunakan sebagai alat pemantik utama,
namun kini telah digantikan oleh korek api gas yang lebih praktis dan
umum digunakan, terutama untuk memasak atau menyalakan api.
Korek api gas adalah hasil inovasi teknologi yang memanfaatkan butana
(C H ) sebagai bahan bakar utamanya. Butana dipilih karena sifat
4 10
fisiknya yang sangat sesuai untuk aplikasi ini, memiliki titik didih
sekitar -1°C, membuatnya berwujud gas pada suhu kamar namun dapat Gambar 2. Korek api gas
dengan mudah dicairkan di bawah tekanan.
Sifat butana yang berwujud gas pada suhu kamar dan titik didih rendah memungkinkan korek api gas
menghasilkan api yang stabil dan mudah dikendalikan, memastikan kemudahan dan efisiensi
penggunaan. Penggunaan butana dalam korek api gas menunjukkan bagaimana pemahaman dan
penerapan teknologi kimia dan mekanik dapat dioptimalkan untuk menciptakan alat yang praktis dan
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan korek api gas memiliki dampak lingkungan yang signifikan meskipun sering kali
tidak disadari oleh pengguna. Proses produksi korek api gas melibatkan ekstraksi bahan bakar Environment
fosil seperti butana atau propana, yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca dan polusi
udara. Selain itu, banyak korek api gas yang dibuat dari plastik, bahan yang sulit terurai dan
sering berakhir di tempat pembuangan sampah.
31