Page 194 - bandung_Neat
P. 194

Kerjasama  Bio  Farma  dengan  Sinovac  terjadi  karena  memiliki  kesamaan  platform
               antara  vaksin  yang  dikembangkan  Sinovac dengan  kemampuan Bio  Farma  dalam
               memproduksinya  yaitu  inactivated  vaccine.  Selain  itu,  pengalaman  Sinovac  dalam
               pengembangan  vaksin  di  tengah  pandemi  dan  memenuhi  Pre-qualifikasi  WHO,
               seperti pembuatan vaksin SARS memperkuat keyakinan Bio Farma bersinergi untuk
               menghasilkan vaksin yang dibutuhkan seluruh dunia tersebut.

               Jumlah 1.620 subjek relawan diperoleh Fakultas Kedokteran Unpad dan Bio Farma
               setelah melewati dua kali skrining. Rekrutmen pertama mampu menjaring 540 subjek,
               sedangkan  di  tahap  kedua  diperoleh  1.080  subjek  relawan.  Relawan  yang  terpilih
               setelah lolos dari pengujian imunogenitas (respon imun) dan efikasi (respon dalam
               melawan virus) melalui tes darah.

               Penyuntikan akan dilakukan secara bertahap. Untuk gelombang pertama di minggu
               kedua Agustus ini, tes vaksin diterapkan kepada 120 subjek relawan. Uji berikutnya
               akan  digelar  pada  minggu  ketiga  dan  minggu  keempat  bulan  ini,  masing-masing
               sebanyak 144 relawan sehingga diperkirakan pada awal September, sebanyak 408
               relawan sudah menjalani tes vaksin.

               Penyuntikan dan pemantauan pasien uji klinis tahap 3 dilakukan terus menerus dan
               akan  berlangsung  hingga  minggu  ketiga  di  bulan  Desember  dengan  total,  1.620
               relawan. Karena itulah, mayoritas relawan adalah merupakan warga Bandung karena
               mereka harus terus dimonitor, diperiksa, dan menjalani analisa rutin dalam menilai
               efektifitas vaksin.

               “Saya berterima kasih kepada para relawan, tim laboratorium Bio Farma dan Sinovac,
               serta  Universitas  Padjadjaran  yang  bisa  mewujudkan  tahapan  krusial  ini.  Kini  kita
               tunggu  enam  bulan  ke  depan.  Mohon  dukungan  dan  doa  atas  vaksin  yang  saya
               pastikan halal ini. Insyaa Allah, jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, kita siapkan
               registrasi  ke  Badan  POM  untuk  kemudian  diproduksi  masal  dan  bisa  digunakan
               mengatasi virus Covid-19 ini,” lanjutnya.

               Erick Thohir juga menyatakan kesiapan Bio Farma meningkatkan kapasitas produksi
               dijalankan  dengan  memanfaatkan  fasilitas  produksi  yang  sudah  ada  di  lahan  Bio
               Farma tanpa perlu melakukan penambahan investasi.

               “Dengan kapasitas maksimal saat ini, yakni 100 juta vaksin, pada Desember 2020,
               Bio Farma siap menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis, sehingga
               mencapai jumlah 250 juta dosis. Mudah – mudahan kapasitas yang kami miliki ini,
               dapat membantu pemerintah dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19
               melalui produksi vaksin Covid-19,” jelas Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199