Page 46 - Badan POM Pastikan Terus Kawal Keamanan dan Mutu Vaksin COVID-19 Sebelum dan Selama Peredaran
P. 46
Judul : BPOM Sudah Berikan Izin Industri ke Bio Farma untuk
Distribusi Vaksin Covid-19
Nama Media : Kompas.com
Tanggal : 9 Januari 2021
Halaman/URL : https://nasional.kompas.com/read/2021/01/08/17003071/bpom-
sudah-berikan-izin-industri-ke-bio-farma-untuk-distribusi-vaksin-
covid
Tipe Media : Media Online
Kepala Badan Pengawas Obat dan
Makanan ( BPOM) Penny Lukito
menanggapi soal dimulainya distribusi
vaksin Covid-19 Sinovac ke sejumlah
daerah.
Menurut Penny, tidak ada masalah dalam
pendistribusian vaksin karena BPOM
sudah menerbitkan izin industri kepada PT
Bio Farma.
Namun ia menegaskan, vaksin baru dapat digunakan setelah izin penggunaan
darurat atau emergency use authorization (EUA) terbit.
"Kami sudah memberikan izin industri dalam hal ini Bio Farma untuk
mendistribusikan. Tapi kami tegaskan bahwa vaksin baru bisa digunakan setelah
EUA keluar. Tak ada masalah soal distribusi," tegas Penny dalam konferensi pers
daring, Jumat (8/1/2021).
Ia menjelaskan, distribusi vaksin dapat dilakukan sebelum izin penggunaan
diterbitkan oleh BPOM. Sebab, kata Penny, pemerintah memerlukan mekanisme itu
untuk memperlancar program vaksinasi ke seluruh daerah. Penny mengungkapkan,
BPOM telah memastikan distribusi aman dan sesuai dengan Cara Distribusi Obat
yang Baik (CDOB).
Salah satu upaya dari BPOM adalah dengan melakukan pelatihan dan bimbingan
teknis soal distribusi vaksin.
"BPOM juga telah melakukan pendampingan dan pengaturan agar pengelolaan
vaksin tepat serta tidak mengurangi manfaat," ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 dari Sinovac
ke 34 provinsi. Hal itu sudah sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo. Namun,
Jokowi menegaskan bahwa vaksin yang didistribusikan ini jumlahnya belum
mencapai seluruh stok vaksin yang dimiliki Indonesia.
"Tahapan pertama memang baru dikirim 700.000 (dosis vaksin) ke daerah-daerah,
sudah. Tapi stok kita kan ada 3 juta, baru dikirim ke daerah 700.000," kata Jokowi