Page 19 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 19
Judul : Lawan Kampanye Hitam, Pengusaha Tegaskan Minyak Sawit Aman
bagi Kesehatan
Nama Media : bisnis.com
Tanggal : 21 Agustus 2019
Halaman/URL : https://ekonomi.bisnis.com/read/20190821/12/1139470/lawan-kampanye-
hitam-pengusaha-tegaskan-minyak-sawit-aman-bagi-kesehatan
Tipe Media : Online
Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Sekjen
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit
Indonesia (GAPKI) Agam
Fatchurohman menegaskan produk
makanan dan olahan yang memiliki
kandungan minyak sawit aman bagi
kesehatan.
Menurutnya, meski ada kampanye
hitam terkait minyak sawit di Eropa,
konsumsi minyak sawit mengalami
peningkatan.
Adapun eskpor minyak sawit Indonesia ke Eropa sepanjang tahun ini sebesar 4,7 juta ton,
turun sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Adapun hingga Mei, total minyak sawit yang dieskpor
ke Eropa sebanyak 2 juta ton.
Kendati terjadi pergeseran konsumsi minyak sawit yang digunakan lebih banyak sebagai
energi dibandingkan dengan makanan.
"Sawit dengan minyak nabati lainnya, sawit lebih aman. Kinerja ekspor sawit ini naik tetapi
sentimen negatif sawit tetap ada," ucapnya dalam konferensi pers bersama BPOM, Rabu
(21/8/2019).
Dia berharap agar kampanye hitam palm oil free ini tak meluas, dan pemerintah pun
melalukan edukasi kepada masyarakat dan produsen.
"Untuk yang di Eropa, bersama dengan pemerintah, kami lakukan expo dan riset bersama.
Seperti awal bulan ini di Moskwa, festival, kami asosiasi sawit berpartisipasi sawit sebagai
upaya meredakan kampanye hitam," ujar Agam.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Gapki Togar Sitanggang menuturkan tidak ada data kuantitatif
yang memaparkan terjadinya penurunan ekspor minyak kelapa sawit ke Eropa maupun
secara keseluruhan akibat adanya kampanye negatif.
"Penurunan ekspor tidak semata krn label. Ada banyak faktor yamg mempengaruhi ekspor
ekonomi, mata uang, komoditas lain dan lain sebagainya," katanya.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Khamdani berpendapat
dampak label palm oil free itu hanya pada industri makanan minuman kemasan atau olahan.
"Hanya di eropa, tidak menunjukkan dampak serius di Asia. Bagaimanapun juga minyak CPO
utk industri makanan olahan tetap masih paling ekonomis dengan kualitas terbaik," tuturnya.

