Page 24 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 24

“Bahkan pada pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan Barang (TBT) Organisasi
               Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa, Swiss pada 2018 lalu, kami sudah minta agar praktik

               pelabelan “palm oil free” dihentikan,” ucap Penny.



               BPOM,  lanjut  Penny,  secara  tegas  juga  tidak  menyetujui  pendaftaran  produk  yang
               mencantumkan  klaim  bebas  sawit.  Bahkan  peraturan  soal  label  itu  sudah  masuk  dalam
               peraturan BPOM No 31 Tahun 2018.



               “Karena itu, jika ada produk import yang mencantumkan label “palm oil free” itu adalah produk

               ilegal.  Artinya,  produk  tersebut  tidak  memiliki  izin  edar  dari  BPOM.  Produk  itu  masuk  ke
               Indonesia melalui pasar gelap. Jika ditemukan, produk tersebut akan dimusnahkan,” ucapnya.



               Hal senada dikemukakan Deputi Koordibasi Bidang Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK
               Agus  Suprapto.  Pemerintah  akan  berupaya  keras  memberi  perlindungan  atas  kampanye

               hitam  yang  telah  dilancarkan  lewat  label  “palm  oil  free”,  yang  akan  berdampak  pada
               penurunan daya saing industri sawit di Indonesia.



               Seperti  dikemukakan  Sekjen  Gapki,  Agam  Fatchurohman,  pertumbuhan  minyak  sawit
               Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun, baik dalam bentuk

               crude palm oil (CPO) maupun produk turunannya untuk industri kimia dan pangan seperti
               minyak goreng, margarin, mayones, sabun, pasta gigi, bahan baku baju hingga kertas koran.



               Prospek industri sawit, lanjut Agam, juga semakin cerah baik di dalam maupun luar negeri.
               Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut total volume ekspor minyak sawit mencapai 22,22

               juta ton dengan total nilai 17,14 miliar dolar. Pada 2017, jumlahnya mencapai 29,07 juta ton
               dengan total nilai 20,72 miliar dolar.



               “Data Oil World juga menunjukkan trend penggunaan komoditi berbasis minyak sawit di pasar
               global yang terus meningkat, mengalahkan komoditas minyak dari tumbuhan lainnya seperti

               minyak gandum, minyak jagung dan minyak kelapa,” katanya. (Tri Wahyuni)
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29