Page 27 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 27
Judul : BPOM Larang Produk Berlabel Palm Oil Free Beredar
Nama Media : wartaekonomi.co.id
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://www.wartaekonomi.co.id/read242705/bpom-larang-produk-berlabel-
palm-oil-free-beredar.html
Tipe Media : Online
Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) akan menindak tegas produk
pangan dan olahan lainnya yang
memiliki label palm oil free (POF) atau
tanpa mengandung minyak sawit yang
beredar di Indonesia. Pelabelan POF
tersebut dinilai sebagai kampanye
negatif terhadap kelapa sawit
Indonesia yang kini sudah semakin
masif.
Kepala BPOM, Penny K Lukito
menyatakan bahwa dalam upaya pengawasan dan penindakan, pihaknya tidak
menyetujui pendaftaran produk yang mencantumkan klaim POF dan aturan ini ditegakkan
dengan tegas berdasarkan peraturan yang ada.
“Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan
terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan
penggunaan label Palm Oil Free yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit
Indonesia," kata Penny di Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Penny menambahkan pencantuman POF dinilai sebagai upaya menghambat
perkembangan industri sawit nasional. Untuk menangani masalah tersebut, tahun 2018
lalu, pada pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan Barang (TBT) Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa Swiss, Indonesia meminta dengan tegas praktik
pelabelan POF dihentikan.
Ia mengatakan bahwa industri minyak sawit merupakan salah satu industri strategis
nasional, khususnya untuk kelompok non migas. Produksi minyak sawit Indonesia
menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun, baik dalam bentuk Crude
Palm Oil (CPO), maupun produk turunannya yang diperuntukkan industri kimia dan
industri pangan misalnya minyak goreng, margarin, mayones, sabun, sampo, pasta gigi,
bahan baku untuk baju, kertas koran, palm oil dan biodiesel.
"Prospek industri sawit kini semakin cerah baik di pasar dalam negeri maupun di pasar
dunia. Sektor ini akan semakin strategis karena berpeluang besar untuk lebih berperan
menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap tenaga kerja," ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor minyak sawit sejak tahun
2013 hingga 2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 total volume
ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar US$17,14 miliar dan meningkat
di tahun 2017 menjadi 29.07 juta ton dengan total nilai sebesar US$20,72 miliar.

