Page 25 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 25
Judul : Kampanye Hitam Anti CPO: Label Palm Oil Free Dilarang
Nama Media : bisnis.com
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://koran.bisnis.com/m/read/20190822/448/1139541/kampanye-hitam-
anti-cpo-label-palm-oil-free-dilarang
Tipe Media : Online
Badan Pengawas Obat dan Makanan
akan menindak tegas produk pangan
dan olahan lainnya yang memiliki label
Palm Oil Free yang beredar di pasar
Indonesia. Kepala Badan Pengawas
Obat dan Makanan (BPOM) Penny
Lukito mengatakan semua produk
pangan impor olahan dan komestik yang
memiliki label bebas minyak kelapa
sawit merupakan produk ilegal dan
dilarang edar di Indonesia.
Produk kosmetik dan makanan yang
tidak menggunakan minyak kelapa sawit
kini sedang tren karena CPO diklaim
merusak lingkungan dan berbahaya
bagi kesehatan. Menurutnya, pelabelan
bebas minyak sawit itu merupakan suatu klaim atau kampanye hitam yang tak dapat
dibuktikan oleh data atau penelitian yang ada.
“Setiap ada produk yang Anda temui di pasaran, produk pangan olahan, bisa juga kosmetik,
ada kalimat tidak mengandung sawit, itu adalah satu produk yang ilegal,” ujarnya, Rabu (21/8).
Menurut Penny, apabila suatu produk mau mengklaim tidak mengandung zat tertentu atau
sebaliknya, harus diperkuat dengan data atau diuji di laboratorium BPOM. Aturan itu sesuai
dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label
Pangan Olahan dan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pendaftaran
Pangan Olahan.
Oleh karena itu, apabila kedapatan produk impor yang masih menggunakan label tersebut,
produk itu dipastikan ilegal dan akan dilakukan tindakan hukum. Sementara itu, produk olahan
UMKM yang sebagian besar tidak selalu melaui BPOM tapi hanya dinas terkait akan diberikan
sosialisasi pembinaan pelaku usaha.
Wakil Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Agam Fatchurohman
berpendapat produk makanan dan olahan yang memiliki kandungan minyak sawit ini aman
bagi kesehatan. Meski ada kampanye hitam terkait minyak sawit di Eropa, konsumsi minyak
sawit di Benua Biru masih tinggi.
Pergeseran konsumsi lebih banyak terjadi di sektor energi dibanding di sektor makanan.
Ekspor minyak sawit Indonesia ke Eropa sebesar 4,7 juta ton, turun sekitar 5% dari tahun
sebelumnya. Adapun hingga Mei, total minyak sawit yang diekspor ke Eropa sebanyak 2 juta
ton.

