Page 266 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 266
Judul : Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 40%
Nama Media : mediaindonesia.com
Tanggal : 2 September 2020
Halaman/URL : https://mediaindonesia.com/read/detail/341768-
pengembangan-vaksin-merah-putih-capai-40
Tipe Media : Online
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan
Riset dan Inovasi Nasional Bambang
Brodjonegoro menyampaikan
pengembangan vaksin covid-19 Merah
Putih telah mencapai 40%.
Selain Lembaga Biologi Molekuler Eijkman,
ada empat institusi lagi yang
mengembangkan vaksin Merah Putih itu,
yaitu Universitas Indonesia, Institut
Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia.
―Khusus vaksin yang dikembangkan Eijkman, bisa kami sampaikan tahapannya
sekitar 40% dari keseluruhan tahapan,‖ kata Bambang dalam keterangan pers di
Kantor BNPB, Jakarta, kemarin. Menurutnya, pengembangan vaksin Merah Putih
yang dilakukan Eijkman itu menggunakan platform subunit rekombinan, baik yang
berbasis sel mamalia maupun berbasis sel ragi.
Selain itu, pengembangan juga dilakukan menggunakan platform inactivated virus
atau virus yang dilemahkan. Universitas Indonesia mengembangkan vaksin dengan
tiga platform, yaitu DNA, RNA, dan virus-like particle, sedangkan Institut Teknologi
Bandung dan Universitas Airlangga masing-masing mengembangkan vaksin dengan
platform adenovirus dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan
vaksin dengan platform protein rekombinan.
―Kita bersyukur ada banyak peneliti yang luar biasa berupaya untuk meneliti dan
harapannya bisa mengembangkan dan melahirkan bibit vaksin yang nantinya siap
untuk diproduksi,‖ sebutnya.
Dalam rangka pengadaan vaksin covid-19 di Indonesia, Kementerian Riset dan
Teknologi mengembangkan vaksin dengan pendekatan efektif, cepat, dan mandiri.
―Kenapa kemandirian penting karena Indonesia ialah negara dengan penduduk 260
juta yang tentunya semuanya membutuhkan vaksin,‖ tegasnya.
Bambang berharap mereka siap memproduksi vaksin dan dapat diproduksi di
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

