Page 38 - flipbook ibuk 1_Neat
P. 38
4. Diagnosis, dimana melalui laporan keuangan dapat melihat kemungkinan
terjadinya permasalahan dalam manajemen perusahaan.
5. Evaluation, dimana melalui laporan keuangan dapat melakukan evaluasi atas
kinerja perusahaan.
6.3. Laporan Laba Rugi
Laporan ini menghitung selisih dari Pendaptan yang diperoleh dan Beban-beban yang
dikeluarkan. Jika hasilnya lebih besar Pendapatan maka selisihnya disebut Laba dan
jika jumlah Pendapatannya lebih kecil daripada beban maka selisihnya disebut Rugi.
Jika diambil dari contoh soal, maka penyusunan Laporan Laba Rugi adalah sebagai
berikut:
Pendapatan Komisi 80.100.000
Beban Operasional:
B. Sewa 7.500.000
B. Gaji 12.600.000
B. Telpon 750.000
Bensin & Oli 900.000
B. asuransi 5.400.000
B. Perlengkapan 400.000
B. Penyusutan Kendaraan 2.500.000
Total Beban Operasional 30.050.000
Laba Bersih 50.050.000
Laba bersih yang diperoleh sebenarnya sudah nampak pada Neraca Lajur atau Kertas
Kerja yaitu sebesar 50.050.000.
6.4. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Perubahan Modal ini berkaitan dengan Laba atau rugi yang diperoleh
perusahaan, dimana jika laba maka akan menambah modal sedangkan jika rugi akan
mengurangi modal. Akun Prive (jika ada) juga akan mempengaruhi jumlah modal,
dimana prive ini akan mengurangi jumlah modal. Jika melihat kertas kerja maka data
yang dilihat adalah di kolom neraca. Contoh soal di atas menunjukkan laba maka akan
menambah modal sehingga pelaporannya seperti berikut:
Modal awal 180.000.000
Laba Bersih 50.050.000
Prive 0
Penambahan Modal 50.050.000
Modal akhir 230.050.000