Page 25 - Sistem Saraf pada Manusia
P. 25
4) Gegar otak, merupakan tipe cedera otak yang paling ringan. Meski demikian,
kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan, karena gejala gegar otak terkadang
bisa mirip dengan cedera kepala yang cukup parah. Gegar otak juga umumnya
bisa lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak. Gegar otak dapat terjadi
akibat benturan keras pada kepala, misalnya karena pukulan atau hantaman
benda tumpul, terjatuh dari tempat yang tinggi, kecelakaan lalu lintas, maupun
cedera saat berolahraga. Gegar otak bisa bersifat ringan, tetapi bisa juga cukup
berat dan membutuhkan penanganan dokter secepat mungkin, terutama jika
sudah menyebabkan hilangnya kesadaran, pingsan, atau gangguan fungsi otak
yang lain, seperti kesulitan berbicara, sulit mengingat, atau sakit kepala hebat.
Berdasarkan tingkat keparahannya, gegar otak bisa dikategorikan menjadi
3 macam, yaitu:
a) Gegar otak ringan
Seseorang dikatakan mengalami gegar otak ringan gejalnya hanya
berupa nyeri kepala ringan, benjolan di kepala, atau pusing hanya dalam
waktu yang singat atau tidak lebih dari 15 menit. Orang yang mengalami
gegar otak ringan juga umumnya tidak mengalami gejala pingsan atau
kehilangan kesadaran.
b) Gegar otak sedang
Gejala gegar otak sedang umumnya mirip dengan gegar otak ringan,
tapi dapat bertahan lebih dari 15 menit. Penderita gegar otak sedang juga
umumnya tidak mengalami kehilangan kesadaran dan mereka bisa kembali
beraktivitas setelah gejala gegar otak hilang.
c) Gegar otak berat
Ditandai dengan kehilangan kesadaran, bahkan hanya untuk
beberapa detik. Selain itu, orang yang mengalami gegar otak berat juga
mungkin bisa merasakan beberapa gejala lain, seperti sakit kepala yang
menetap atau bertambah berat, kesulitan menjaga keseimbangan tubuh,
dan kehilangan ingatan (amnesia).
19
20