Page 21 - Sistem Saraf pada Manusia
P. 21
E. Jenis Sinapsis
1. Sinapsis Kimia
Kebanyakan sinapsis bersifat kimiawi. Sinapsis kimia lebih umum
sekaligus lebih rumit. Pada sinapsis ini, komunikasi berlangsung
menggunakan pembawa pesan kimia (neurotransmitter). Pada sinapsis kimia,
potensi aksi pada neuron prasinaps akan memicu pelepasan neurotransmiter.
Molekul-molekul ini akan terikat dengan reseptor khusus pada sel postsinaps.
Neurotransmitter kemudian merangsang atau menghambat neuron postsinaps.
Hal ini dapat menyebabkan saluran ion terbuka atau tertutup. Dalam beberapa
kasus, perubahan membuat sel target lebih mungkin untuk menembakkan
potensial aksinya sendiri. Dalam hal ini, perubahan potensial membran
disebut excitatory postsynaptic potential (EPSP). Dalam kasus lain, perubahan
tersebut membuat sel target lebih kecil kemungkinannya untuk menembakkan
potensial aksi dan disebut sebagai inhibitory postsynaptic potential (IPSP).
2. Sinapsis Listrik
Pada sinapsis listrik, ion mengalir langsung antar sel. Dua neuron
dihubungkan oleh saluran khusus yang dikenal sebagai gap junction
(sambungan celah). Sinapsis listrik memungkinkan sinyal listrik bergerak
cepat dari sel prasinaps menuju sel postsinaps sehingga dapat mempercepat
terjadinya transfer sinyal. Hal ini dikarenakan terdapat saluran protein khusus
penghubung kedua sel saraf. Saluran ini memungkinkan arus positif dari
neuron prasinaps mengalir langsung ke sel postsinaps.
F. Gerak Refleks
Mungkin kamu pernah memeriksakan kesehatanmu di rumah sakit. Salah satu
hal yang dilakukan dokter adalah menyuruh duduk dengan posisi kaki dapat
bergerak bebas di atas tanah, dokter juga menyuruh menutup mata. Tiba-tiba
tanpa sepengetahuan kamu, dokter memukul lutut kamu menggunakan martil.
Apa yang terjadi? Ya, tungkai kaki bawah kamu bergerak ke depan. Itu adalah
salah satu contoh gerakan refleks.
Gerak refleks adalah gerakan spontan yang tidak melibatkan kerja otak. Gerak
ini dilakukan tanpa kesadaran. Gerak ini berguna untuk mengatasi kejadian tiba-
15
16