Page 13 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Kedua_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 13
Al Imam Sayyidina Ali -semoga Allah meridlainya-
berkata:
)مِعن يبأ هاور( "ديبعملا قلاخلا لوج دقف دودحم انولإ نأ معز نم "
Maknanya: "Barang siapa beranggapan (berkeyakinan) bahwa
Tuhan kita berukuran maka ia tidak mengetahui Tuhan yang
wajib disembah (belum beriman kepada-Nya)" (diriwayatkan
oleh Abu Nu'aym (W. 430 H) dalam Hilyah al Auliya, juz I
hal. 72).
Maksud dari perkataan sayyidina Ali ini adalah bahwa
orang yang berkeyakinan atau beranggapan bahwa Allah
adalah benda yang besar atau kecil maka dia adalah kafir, tidak
mengenal Allah, seperti orang yang meyakini bahwa Allah
menempati salah satu arah seperti arah atas. Karena dengan
keyakinan seperti ini orang tersebut telah menjadikan Allah
mahdud (memiliki ukuran), padahal setiap yang mahdud
(berukuran besar atau kecil) pasti membutuhkan kepada yang
menjadikannya dalam ukuran tersebut, sementara yang
membutuhkan itu lemah dan yang lemah mustahil menjadi
tuhan.
Jadi dalam perkataan sayyidina 'Ali radliyallahu 'anhu
terdapat dalil yang jelas bahwa Allah ta'ala maha suci dari hadd
(ukuran) sama sekali. Maka barangsiapa yang menyandarkan
kepada Allah sifat duduk, bersemayam, berada di atas sesuatu
dengan jarak maka sesungguhnya dia tidak mengenal Allah,
dan barangsiapa yang tidak mengenal Allah maka ia
sesungguhnya masih berstatus kafir.
Haba' memiliki ukuran, semut memiliki ukuran, manusia
memiliki ukuran, matahari memiliki ukuran, langit memiliki
10

