Page 24 - RISALAH QUSYAIRIYAH
P. 24
majelis toafiy yang pemah diasuhnya di berbagai tempat dibu-
barkan, dan ter"khir perintah pengusiran keluar dari kota Naisa-
bur harus diterin,a Asy-Syaikh. Beliau mengalami keadaan
semacam ini selama hma belas tahun, dari tahun 4y'0}{. hingga
455 H. Pada pertengahan tahun tahun itu, beliau pergi ke Bagdad
dengan harapan kedatangannya disambut baik oleh penguasa
setempat. Sementara pada penggalan tahun terakhir, beliau
datang ke Thus.
Ketika masa pemerintahan Dinasti Thurghulbeg berakhir
dan digantikan oleh Dinasti Abu Syuja', Imam AlQusyairi ber-
sama sisaparapengikuhrya kembali ke Naisabur darikota I(hura-
san. Kurang lebih selama sepuluh tahun setelah kedatangarurya,
beliaq mengalami masa kajayaannya. Para pengikut dan simpa-
tisannya kembali dan terus membanjir memenuhi setiap maielis-
nya, sehingga kehidupannya benar-benar bahagia.
Hubungan Dengan Pemerintahan
Antara Asy-Syaikh dan para pentuasa terjalin hubungan
yang.baik, dan itu bisa dilihat pada dua contoh ini:
1. Alib Arselan As-Saliuqi (meninggal tahun 1072M.), seorant
pentuasa Bani Saljuq kepada Asy-Syaikh sangat menghor-
mat, bahkan cenderung berlebihan. Demikian itu berlangsung
padatahun 455H./7053 M. Diakhir usianya,beliau menetap
di pusatpemerintahan Arselan selama sepuluhtahun dengan
kedudukan yarig terhormat, diaguntkan, dan ditaati.
2. Demikian pula Menteri Nizamul Muluk Al-Hasanbin Ali At-
Thusi, kepada Asy-Syaikh juga amat memuliakan, dan itu
berlangsung hingga tahun 1092 Masehi (beliau menjabat
kekuasaan sejak tahun 1018 M.). Dewan kementerian dalam
sidang-sidantnya banyak melibatkan para ulama, ahli hu-
kum, danparapemimpin umat. Jika Imam AlQusyairimema-
suki ruangan sidang resmi, rnaka secepatnya beliau datang
menghampiri dan menyambutnya dengan amat agung.
fiwa Kepenyairan
Al-Qusyairi sebagaimana yang dikatakan oleh As-Subki
adalah seorang ulama yang menguasai berbagai bidang ilmu,
l(l S<ala 7./.1 ?la4
"uael