Page 31 - RISALAH QUSYAIRIYAH
P. 31

RISALAH       QUSYAIRIYAH






            Makna Risalah
                Secara terminologi, kata risalah berarti  suatu pembahasan,
            tema bahasan atau kajian. Keberadaannya  mungkin  sebagai
            j awaban suatu pertan y aan, pemecahan suatu masalah,  atau jalan
            keluar dialog kajian. Ukurannya (umlah halaman dan ukuran
            kertas) terkadang  kecil, seperti  Risalah Al-Qadhi  Al-Fadhil  mihk
            Hasan Basri, terkadang pula berukuran besar, seperti Risahh.
            Ghufr an milik Al-Ma'ari.


            Latar Belakang Penyusunin
                Risalah ini oleh penyusunnya,  Imam   Qusyairi sengaiedituiu-
            kan kepada kelompok masyarakat yant                    dalam
                                                     lerkecimpturg
            dunia tasawuf  secara taklid; suatu kelompok yang mempraktek-
            kan ajaran tasawuf tanpa pengetahuan tentang haUkat  dasar-
            da*r tluriqalr;  mereka yant mengamalkan ritual sufisfik di tengah
           kekeliruan-kekeliruan  sebagaian  kaum yang mendakwakan diri
           sebagai  kelompok  sufi; atau di dalam kungkungarr  paham-paham
           sufistik yang seolah memiliki dasar keagamaarv  tapi sebenamya
           tidak memiliki landasan hukum (nash AlQurrqn  dan hadis), akal,
           dan argumen.                                :

                Inilah salah satupermasalahan tiap maahab,pemikiran  dan
           tluriqah.  Di antara pengikut-pengikut  pahafr?aham itu, ada yang
           memperbaiki  pemahaman dan pemapalannya,  ada pula yang
           justru memperburuknya  dengan berbagar  tindakan  amoral dan
           penyimpangan.  Karena itu, kehadiran risalah ini merupakan
           sebuah "teriakan"  kebenaran  yang murni, dan lahir dari hati yang
           diterangi cahaya cinta pada Allah dan Rasul-Nya;  suatu kebenar-
           an yant menerangi jalan Islam dan orang-orant  yang menyalah-
           gunakan  ajaran tasawuf  atau memang tidak mengerti tentang
           tasawuf; serta membukakan mata mereka tentang hakikat
           tasawuf dari sisi amalan,  ruh, halushasi, dan praktek  ritual dalam
           Islam. Sesungguhnya ruh Islam sebagaimana  yant tergambar
           dalam beberapa  ayat berikut ini:



                                                                       17
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36