Page 34 - RISALAH QUSYAIRIYAH
P. 34
pendapat, sehingga kurang memperhatikan praktek ritual (dunia
sufistik) yang pemah dipraktekkan periode sahabat dan ulama
salaf.
Generasi Islam dewasa ini seandainya mengikuti jejak para
ulama salaf yang saleh yang hidup di kurun-kurun pertama, tentu
kehidupan keagamaan rnereka berada di garis nilai kebenarannya
meliputi aspek pendidikan, praktek ritual, dan pemahaman; me-
reka tidak mungkin menafsirkan secara negatif bahwa kecen-
derungan kemunduran umat Islam abad ini (masa kehidupan
Asy-Asyaikh) disebabkan oleh keberadaan "madrasah sufi" yang
telpisah dari "madrasah ulama fikih dan kaum teolog". Asumsi
ini didasarkan pada satu sebab bahwa generasi Islam periode
oe_rtama,rnengambil Islam secara utuh; menjadikan pemikiran,
lendidikln, ritual, dakwah, dan fikih dalam satu kesatuan yang
utrh; mertggabungkan kejemihan hukum dan nilai ketakwaan
da\6 keutuhan dunia sufistik; dan memahami aspek hukum
tanpr. harus meninggalkan aspek lain. Inilah yang disebut Is-
lam.
Sejarah Prnyusunan Risalah
Demikan itu terjadi di tahun 438 H./1046 M. ketika Asy-
Syaikh memasuki usia 62 tahun, saat-saat di mana kematangan
pemikiran seeorant mencapai puncaknya.
Transkrip Naskatr
Ada sembilan naskah (risalah) tulisan yang kami dapati di
Kepustakaan Al-Asad, Damaskus. Naskah-naskah tersebut anta-
ra yar.g satu dengan larnnya berbeda-beda, yaitu:
1. Naskah pertama ini diawali dengan kalimat puiian pada
]u!an yang berbunyi: "Alhnmdu lillaahi attadzii tafarrada
bijalaalihi malqkuutihi, wa tawahhada bijamaali jabaruutihi wa
ta' azzazi bi: uluuwi ahadiyy atihi... dan berakhir dengan pasal:
,an
" min sya'nil muriidi at-tabaa,udu abnaaid-dunya jainna
,..ut1
shuhbatahum sammun mujarr abun.... "
Jumlah halamannya 1 87
lembar. Ukuran kertas per lembar relatif panjang, yaitu 78x23
cm. Setiap lembar memuat 20 baris dan setiap baris terdiri
dari 72 kata. Lampiran catatan pinggirnya beiukuran 2 crn.
20 Saala ib7a ?C*4
"aazst