Page 19 - Flipbook Sistem Pencernaan - Septi Pujiastuti
P. 19

12




                         cepat,  makan-makanan  terlalu  banyak  bumbu  atau  makanan  yang  terinfeksi
                         penyebab yang lain termasuk alkohol, aspirin, refluk empedu atau terapi radiasi.

                         Faktor penyebab gastritis akut dan gastritis kronis adalah pola makan yang tidak
                         teratur, konsumsi obat penghilang nyeri jangka panjang, konsumsi kopi, alkohol,

                         merokok, stres fisik, stres psikologis, kelainan autoimun, chrone disease, penyakit

                         bile reflux, infeksi bakteri, dan penyakit lain seperti HIV/AIDS, infeksi parasit dan
                         gagal hati atau ginjal (Mulat, 2016)


                               Penyakit maag diklasifikasikan kedalam beberapa jenis antara lain maag

                         akut (Maag akut merupakan kumpulan gejala maag yang terjadi dalam beberapa

                         jam  sampai  beberapa  hari,  atau  berkembang  secara  tiba-tiba  (Diyono  dan  Sri,
                         2013). Hal ini disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang dapat mengiritasi,

                         penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan terlalu sering meminum
                         minuman alkohol, serta pola makan yang tidak baik), maag kronis (Maag kronis

                         merupakan kumpulan gejala maag yang terjadi dalam beberapa minggu hingga
                         menahun.  Penyebab  maag  kronis  disebabkan  oleh  infeksi  bakteri  Helicobacter

                         pylori. Selain terinfeksi bakteri maag kronis dapat disebabkan oleh autoimun dan

                         anemia) (Wahyu, 2021)


                               Kejadian penyakit gastritis disebabkan karena pola makan yang tidak sehat
                         seperti konsumsi alkohol, pola makan yang tidak teratur, merokok, konsumsi kopi,

                         konsumsi obat penghilang nyeri, stres fisik, stres psikologis, kelainan autoimun.
                         Gejala yang timbul pada pasien gastritis adalah rasa tidak enak pada perut, perut

                         kembung,  sakit  kepala,  mual  dan  lidah  berlapis.  Gastritis  dapat  menyebabkan

                         beberapa komplikasi penyakit. Penyakit yang timbul sebagai komplikasi penyakit
                         gastritis  antara  lain  anemia  pernesiosa,  gangguan  penyerapan  vitamin  B  12,

                         penyempitan daerah antrum pylorus, gangguan penyerapan zat besi (Eka, 2020).


                               Pengobatan  gastritis  bertujuan  menghilangkan  nyeri,  menghilangkan
                         inflamasi dan mencegah terjadinya ulkus peptikum dan komplikasi. Berdasarkan

                         patofisiologisnya  terapi  farmakologi  gastritis  ditujukan  untuk  menekan  faktor

                         agresif  (asam  lambung)  dan  memperkuat  faktor  defensif  (ketahanan  mukosa).
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24