Page 20 - Flipbook Sistem Pencernaan - Septi Pujiastuti
P. 20

13




                         Sampai  saat  ini  pengobatan  ditujukan  untuk  mengurangi  asam  lambung  yakni
                         dengan cara menetralkan asam lambung dan mengurangi sekresi asam lambung.

                         Selain itu, pengobatan gastritis juga dilakukan dengan memperkuat mekanisme
                         defensif mukosa lambung dengan obat-obat sitoproteksi (Rondonuwu et al., 2014).


                               Helicobacter  pylori ( H.pylori )  adalah  bakteri  gram  negatif  yang

                         menginfeksi  sekitar  4,4  miliar  orang  di  seluruh  dunia.  Namun,  prevalensinya

                         bervariasi antar wilayah geografis, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Infeksi
                         dapat ditularkan melalui penularan oral-oral atau fecal-oral, dan patogen memiliki

                         berbagai  mekanisme  yang  meningkatkan  kapasitas  mobilitas,  kepatuhan  dan

                         manipulasi lingkungan mikro lambung, sehingga memungkinkan kolonisasi organ
                         dengan  lumen  yang  sangat  asam.  Sejak  saat  itu  bakteri  ini  ditetapkan  sebagai

                         penyebab tukak lambung dan maag kronis, bahkan terlibat dalam kanker lambung
                         dan limfoma jaringan mukosa lambung.


                               Infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori memiliki hubungan yang signifikan

                         dengan penyakit maag (gastritis) dan juga ulkus peptikum (tukak lambung). Pada
                         gastritis bakteri dapat merusak lapisan pelindung mukosa lambung, yang berfungsi

                         melindungi  dinding  lambung  dari  asam  lambung.  Kerusakan  ini  menyebabkan

                         peradangan pada lapisan lambung, H. pylori menyebabkan respons imun tubuh
                         yang berlebihan, yang menghasilkan radikal bebas dan enzim yang merusak sel-

                         sel  mukosa  lambung,  memperburuk  peradangan.  Ulkus  Peptikum  (Tukak
                         Lambung), dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, yang dapat

                         mengiritasi  dan  merusak  dinding  lambung  dan  duodenum,  mengakibatkan

                         terbentuknya tukak atau luka (Brito et al.,2019).
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24