Page 241 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 241
Suharna, Karmin. 2012. Konflik dan Solusi Laut Tiongkok Selatan dan Dampaknya
bagi Ketahanan Nasional. Majalah Ketahanan Nasional Edisi 94, hlm. 33--41.
Susilawati, Endang. 2014. “Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme pada Generasi Muda
di Kepulauan Natuna”. Jurnal Humanika Vol. 19 No. 1.
Swastiwi, Anastasia Wiwik. 2009. Hari Jadi Kota Ranai. Balai Pelestarian Sejarah
dan Nilai Tradisional bekerjasana dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Tanjungpinang.
Swastiwi, Anastasia Wiwik. 2010. Toponimi Daerah Natuna. Tanjungpinang: Balai
Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional..
Swastiwi, Anastasia Wiwik. 2018. Perdagangan danan Ekonomi Maritim Di Kepulauan
Anambas Abad 19—20 . : Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau.
Tampi, Butje. Konflik Kepulauan Natuna Antara Indonesia dengan China (Suatu
Kajian Yuridis). Vol. 23/No. 10/Juli-Desember/2017. Jurnal Hukum Unsrat.
Taruhsin, Wan. 2000. Gelar Datuk Kaya Tokong Pulau Tujuh. Tanjungpinang: CV
Mitra Utama..
Tempo.co.id .20 Maret 2019.Tempo.co.id.(25 Oktober 2018.The Adelphi Papers. 2006.
Southeast Asia. Oxon: Routledge.
Thul, Prak Chan & Stuart Grudgings. 2012. “SE Asia meeting in disarray over sea
dispute with China”. Diakses dari http://www.reuters.com/article/2012/07/13/
us-asean-summit-idUSBRE86C0BD20120713 pada 9 September 2014.
TNI AU. 2014. “Lintas Sejarah Lanud Ranai”. Diakses pada 19 Juni 2019 dari https://
tni-au.mil.id/lintas-sejarah-lanud-ranai-2/.
Tobing, O.L. 1961. Hukum Pelayaran dan Perdagangan. Amanna Gappa. : Yayasan
Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Tønnesson, Stein. 2000. “Vietnam’s Objective in the South China Sea: National or
Regional Security?” Contemporary Southeast Asia, Vol. 22 (1 ): 199—220.
Treaty between the Republic of Indonesia and Malaysia Relating to the Legal
Regime of Archipelagic State and the Rights of Malaysia in the Territorial Sea
and Archipelagic Waters as well as in the Airspace above the Territorial Sea,
Archipelagic Waters and the Territory of the Republic of Indonesia Lying
between East and West Malaysia, 25 Februari 1982.
Tribune News. 5 Juli 2019.Turnbull, C. M. 1985. A History of Singapore 1819-1975.
Singapore: Oxford University Press.
224 Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna

