Page 4 - E-Warta Edisi Tahun ke 22 No.19 Tanggal 9 Mei 2021
P. 4

RINGKASAN KHOTBAH





              Kepahitan Sama Gereja,
         Gimana Cara Mengatasinya?      2. Akui Kepahitan Kepada Orang Terpercaya
                                           “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan
                                        diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar
        Percaya atau gak, banyak orang Kristen   yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang
     yang mengaku kepahitan sama gereja sendiri.   mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12: 15)
     Seseorang bisa kepahitan ke gereja karena      Menahan pengampunan ibarat meminum racun dan
     beberapa faktor. Beberapa diantaranya adalah   menunggu orang lain mati. Kepahitan adalah racun yang
     karena kesalahpahaman, perlakuan tidak fair,
                                        secara fisik membunuh kita. Kepahitan bukan hanya bisa
     pelecehan, kecewa dengan pemimpin dan   merusak hubungan dengan orang lain dan menambah
     yang paling umum gereja tidak menunjukkan   rasa sakit emosional kita. Tapi kepahitan juga bisa
     keteladanannya.                    menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti
     Apakah kamu salah satu yang merasakan hal   melemahkan sistem kekebalan tubuh, merusak fungsi
     ini? Sebagai sesama orang percaya, apa yang   paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit jantung
     kamu alami adalah hal yang harusnya tidak   koroner.
     terjadi di lingkungan gereja.         Karena itulah sangat dianjurkan untuk segera
        Tapi kamu perlu tahu kalau kamu gak
                                        mengakui kepahitan yang kamu alami kepada seseorang
     sendiri. Bisa dibilang masalah ini banyak   yang kamu percaya. Misalnya kepada seorang konselor
     dialami sesama orang Kristen. Hanya saja,   profesional. Atau kamu juga bisa berdoa dan meminta
     lewat artikel ini mari belajar bagaimana   pertolongan dari Tuhan dan mencabut akar kepahitan itu
     harusnya kita menghadapi kepahitan dan   dari dalam dirimu.
     kekecewaan ini dengan benar.          “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar,
                                        semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci,
     1. Pilihlah Untuk Mengampuni       semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua
        Salah satu hal terbaik yang bisa kamu   yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah
     lakukan untuk mengatasi kepahitan emosional   semuanya itu.” (Filipi 4: 8)
     terhadap gereja maupun pemimpin gereja
     adalah memilih untuk mengampuni.   3. Pilihlah tetap mengasihi
        Kepahitan bisa merusak kita secara      “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah
     emosional. Karena itulah penting untuk
                                        dan jangan mengutuk!” (Roma 12: 14)
     melepaskannya emosi tersebut lewat      Mengasihi orang yang menyakiti kita bisa dilakukan
     keputusan untuk mengampuni.        dengan langkah awal mendoakan mereka. Kalau kamu
        Kebenarannya, mengampuni gereja   disakiti oleh salah seorang anggota gereja atau pemimpin,
     karena tindakannya yang keliru sebenarnya   jangan buru-buru membenci mereka. Sebaliknya,
     juga mengecewakan Tuhan.           pandanglah mereka sebagai pribadi yang juga tidak
        Jadi mintalah kerendahan hati dari Tuhan   sempurna. Sekalipun mereka punya jabatan di gereja
     untuk memampukanmu melepaskan      bukan berarti menjadikan mereka sebagai pribadi yang
     pengampunan.
                                        suci tanpa dosa. Jadi kasihilah mereka.
     “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa,   Atau cobalah memposisikan diri secara terbalik.
     ampunilah dahulu sekiranya ada barang   Bayangkan kalau kamu menyakiti orang lain dan tidak bisa
     sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang,   memenuhi kebutuhan orang lain seperti ekspektasi
     supaya juga Bapamu yang di sorga   mereka, apa yang harus kamu lakukan? Jangan
     mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”   memgukurkan sesuatu ke orang lain sebelum kita
     (Markus 11: 25)                    mengukurkannya kepada diri kita sendiri.
        Jangan biarkan kepahitan yang masih
     berdiam di dalam hatimu, justru menghambat   Sumber:jawaban.com
     pertumbuhanmu secara rohani.
                                                                                  04
                                                                                  04
   Warta Jemaat No. 19 Th. 2021
   Warta Jemaat No. 19 Th. 2021
   Warta Jemaat No. 19 Th. 2021                                                   04
                                                                                   04
   1   2   3   4   5   6   7   8   9