Page 41 - Modul Praktik Kebutuhan Dasar Manusia
P. 41

Hal-hal yang perlu diperhatikan

                          1.  Pada saat awal tindakan, klien perlu didampingi sampai klien terlihat tenang
                          2.  Nebulizer dapat menyebabkan beberapa komplikasi (umumnya karena efek samping
                              obat), berupa : nausea, muntah, tremoe, bronkospasme (misalnya dikarenakan alergi
                              terhadap obat inhalasi yang diberikan) dan takikardia
                          3.  Gunakan tubing, nebulizer cup, mouthpiece/ maker untuk masing-masing klien. (single
                              use)
                          4.  Lindungi mata klien dari uap yang keluar dari alat nebulizer
                          5.  Berikan obat yang sesuai dengan kolaborasi dokter
                          6.  Jika memungkinkan, mint aklien mengatur nafas dengan menarik nafas dalam melalui
                              hidung dan tiup melalui mulut selama pemberian terapi.
                          7.  Perhatikan perubahan yang terjadi, seperti kebiruan (sianosis), batuk berkepanjangan,
                              gemetar (tremor), berdebar-debar, mual,muntah, dll.
                          8.  Lakukan  peneukan  dada  atau  punggung(fidioterapi  dada)  pada  saat  atau  setelah
                              selaesai terapi inhalasi.

                   C.  Batuk Efektif
                       Pada  keadaan  klien  mengalami  problem  terjadi  penumpukan  sekret/sputum  dan  tidak  bisa
                       dikeluarkan secara optimal maka diperlukan tindakan untuk mengeluarkan sputum tersebut.
                       Penumpukan  sputum  bisa  mengakibatkan  obstruksi  jalan  napas  sehingga  dapat  terjadi
                       gangguan bersihan jalan napas, klien mengalami berat saat bernapas dan dyspnea. Tindakan
                       batuk efektif dapat digunakan sebagai upaya pengeluaran sputum pada klien dengan kesadaran
                       kompos  mentis.  Tindakan  batuk  efektif  dapat  berhasil  maksimal  dengan  pemberian  hidrasi
                       minum air hangat.

                   D.  Pemberian Oksigen
                       Pemberian  oksigen  merupakan  suatu  tindakan  memberikan  oksigen  ke  dalam  paru  melalui
                       saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen yang lazim
                       dilakukan pada klien yaitu dengan nasal kanul dan masker.

                       Tujuan terapi oksigen
                          1.  Mengatasi keadaan hipoksemia
                          2.  Menurunkan kerja pernapasan
                          3.  Menurunkan beban kerja otot jantung (miokard)

                       Pemasangan oksigen kanul binasal
                       Pemberian  oksigen  dengan  nasal  kanul  biasanya  dilakukan  pada  klien  yang  mengalami
                       kekurangan oksigen bukan karena kekurangan karbondioksida. Oksigen yang diberikan kepada
                       klien berkisar 2-3 liter/menit.













                       Pemasangan oksigen masker
                       Pemberian  oksigen  menggunakan  masker  biasanya  dilakukan  pada  klien  yang  mengalami
                       kekurangan  oksigen  sekaligus  kekurangan  karbondioksida  atau  PO2  dan  PCO2  rendah.





                     Modul Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia _Reguler 8_Prodi Sarjana Terapan Keperawatan_2024
                                                                                                            46
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46