Page 12 - SKH Palangka Post Edisi 15 Oktober 2019
P. 12
selasa, 15 oktober 2019 12
Jangan Programkan Wilayah Utara Kekurangan
Pembangunan Tidak
Bisa Difungsikan
SAMPIT, PPOST Tenaga Kesehatan
Wakil Ketua DPRD Kota-
waringin Timur Rudianur
mengingatkan pemerintah
kabupaten supaya jangan
terus memprogramkan pem- saMPit, PPost harus berobat ke Pustu tetangga yang Selain itu, lanjut dia, masyarakat di
bangunan yang nantinya Wilayah utara Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya desa-desa di jaraknya cukup jauh, ada juga ke Pusk- wilayah utara Kotim berharap dalam
tidak bisa dimanfaatkan. esmas kecamatan, namun demikian penempatan tenaga perawat yang me-
“Sebab kami melihat ada Kecamatan Mentaya Hulu saat ini masih kekurangan tenaga kes- karena jarak yang jauh hal itu selalu mang dari warga setempat, supaya nanti-
sejumlah bangunan yang ehatan, terutama untuk perawat yang bertugas di Puskesmas dan menjadi keluhan masyarakat,” jelas nya ada tanggung jawab dalam tugasnya.
sudah tidak bisa difungsi- Pustu. Nadi. “Saya harap prioritaskan tenaga lokal
kan dengan baik,” katanya, rudianur Lebih Lanjut dia mengatakan, dalam di desa-desa itu, karena banyak saja yang
kemarin. hal ini Dinas Kesehatan Kotim supaya lulusan perawat. Namun lantaran tidak
Rudianur mencontohkan “Saya harap Dinas Kesehatan Dia mengatakan, desa-desa yang menempatkan minimal satu orang pega- ada rekrutmen dari pemerintah lalu mer-
bangunan pasar Eks Mentaya di dekat Taman Kota Kabupaten Kotim supaya memper- saat ini perlu penambahan tenaga wai di Pustu tersebut. eka hanya menunggu saja sampai ada
Sampit. Kemudian Pasar Mentaya di Jalan Ahmad Yani, hatikan wilayah utara dalam hal di kesehatan ialah di Kecamatan Men- Sementara untuk fasilitas kesehatan, perekrutan. Jadi nantinya saya sarankan
Sampit. bidang kesehatan keperawatan,” taya Hulu, yaitu Desa Baampah, kata dia, dari pantauan tidak ada masalah dalam perekrutan supaya prioritaska
Keduanya bangunan tersebut bernilai puluhan miliar. ujar H Nadi, Anggota DPRD Kotim Tanjung Bantur, Santilik, dan Desa dan tampak sudah cukup, hanya saja warga sekitar atau asli kampung yang H Nadi
Sayangnya pengerjaannya mangkrak dan tidak diman- dari dapil V wilayah utara Kotim, Pemantang. petugasnya yang tidak ada, sehingga memang tamatan perawat,” pungkas-
faatkan hingga sekarang. Akibatnya, kondisi bangunan Senin (14/10). “Selama ini masyarakat terpaksa perlu perhatian di tahun depan. nya. (emi/P3)
menjadi memprihatinkan.
Menurut dia, untuk APBD 2020, pihak eksekutif jan-
gan lagi mengusulkan program fisik atau bangunan yang
kajiannya tidak matang, khususnya dalam perencanaan
pemanfaatannya.
Sampai sekarang ada bangunan tidak jelas peman-
faatannya, artinya dalam perencanaan pembangunan
itu dulu tidak matang dan kesannya asal jadi proyek saja.
Ia mengecam ulah oknum eksekutif tersebut. Sebab,
program bernilai puluhan miliar ini berakhir sia-sia.
Padahal, bangunan yang tidak ditempati selama kurang
lebih 5 tahun akan cepat rusak.
“Meski kami dulu menyetujui bangunan itu di APBD,
bukan berarti kami yang ikut dipersalahkan. Karena
dalam paparannya eksekutif muluk-muluk semuanya.
Tapi ketika disuruh untuk fungsional, begitu jadinya,”
pungkas Rudianur.(nc-bn/P3)
Forum CSR
Sebaiknya
Dibubarkan
SAMPIT, PPOST
Anggota Komisi I DPRD
Kotawaringin Timur, Rimbun
meminta agar forum CSR
yang dibentuk Pemkab Kotim
sebaiknya dibubarkan saja.
Rimbun menyebut
pendirian forum CSR itu sejak
beberapa tahun silam tidak
ada satupun pekerjaan yang
bisa disampaikan ke publik.
Parahnya lagi, rencana pem-
bangunan jalan dari Antang rimbun
Kalang hingga ke trans Kali- Warga Desa Penyang, Kecamatan Telawang, saat klaim lahan di perkebunan sawit. Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Rimbun menampik jika pihaknya saat ini memegang bola panas hasil Pansus dewan
Foto : BN
mantan hingga kini belum terealisasi. tentang perizinan perkebunan sawit di Desa Penyang.
“Kami melihat forum itu tidak memberikan dampak
positif sebagaimana tujuan awal pendirian,” kata Rim-
bun, Senin (14/10). Perizinan KelaPa Sawit di deSa Penyang
Rimbun mengaku sepakat dibubarkan daripada nanti
mereka terus menekan forum itu untuk mengkoordinasi
pelaksanaan CSR tetapi pada kenyataannya tidak ada Anggota Komisi I Menampik Pegang Bola Panas
kegiatan.
Rimbun mengatakan sangat ingat persis janji dari
forum CSR itu membuka badan jalan dari pedalaman
hingga tembus ke jalan trans Kalimantan. SAMPIT, PPOST nyerahkan hasil penyelidikan ke dak lanjut temuan Pansus, tentunya Hasil Pansus secara hukum san- Rimbun mengatakan, persoalan
“Tetapi hingga kini proses di lapangan seperti apa su- Anggota Komisi I DPRD Kabu- Pemkab Kotim, dalam hal ini bupati, mempertanyakan hal itu ke Pemkab gat kuat karena waktu itu ada be- warga Desa Penyang hanya secuil
dah bertahun-tahun juga tidak terlihat,“ tukas Rimbun. paten Kotawaringin Timur Rimbun guna ditindaklanjuti. Tapi nyatanya Kotim. Bagaimana perkembangan- berapa unsur lain, tidak hanya dari dari kasus di bidang perkebunan.
Menurut dia, mestinya jajaran eksekutif bisa memak- menampik jika pihaknya saat ini persoalan itu belum ada kejelasan nya? DPRD Kotim. Ia khawatir persoalan itu muncul di
simalkan pelaksanaan CSR. Perusahaan pada prinsipnya memegang bola panas hasil Panitia hingga sekarang. Rimbun menjelaskan, persoalan Saat itu, DPRD sepakat temuan saat bersamaan sehingga membuat
tidak keberatan dengan pelaksanaan CSR itu asalkan Khusus (Pansus) dewan tentang “Berbicara persoalan antara war- di Desa Penyang hanya sekadar pansus di PBS wajib ditindaklanjuti persoalan baru.
digunakan secara nyata. perizinan perkebunan kelapa sawit, ga di Desa Penyang dan perkebunan menuntut hasil temuan Pansus 2010 oleh eksekutif. Jika tidak ditindak- Untuk itu, ia mendesak Pemkab
Karena melalui itu masyarakat bisa melihat kebijakan terutama di Desa Penyang, Keca- itu, sebenarnya bukan lagi di ranah silam. Pansus kala itu menemukan lanjuti, DPRD akan melanjutkannya Kotim bisa menyelesaikannya. Se-
pemerintah secara nyata sebagimana amanat dari per- matan Telawang. lembaga DPRD,” ucapnya, kemarin. areal kebun di luar perizinan sekitar ke aparat penegak hukum guna hingga tidak menjadi bom waktu.
aturan perundang-undanngan yang ada. (nc-bn/P3) Pansus, kata dia, sudah me- Masyarakat yang menuntut tin- 117 hektare. mendapat kepastian hukum. (nc-bn/P3)
MURUNG RAYA
Pemerintah dan AMC Gelar Pelatihan PHBK untuk Guru PAUD
PUrUk CaHU, PPost
Keseriusan Adaro Meatcoal Company (AMC) terhadap du-
nia pendidikan di Kabupaten Murung Raya (Mura) kembali
dibuktikan. Kali ini bersama Pemerintah Kabupaten setem-
pat, AMC menggelar Pelatihan Hollistik Berbasis Karakter
(PHBK) bagi guru PAUD dan TK.
Pelatihan yang diikuti sedikit- penerus harus mendapatkan per-
nya 85 orang guru PAUD dan TK hatian serius terhadap tumbuh
dari enam kecamatan yang ada kembang pola fikir dan kecer-
di wilayah itu dibuka oleh Bunda dasannya.
PAUD Mura, Lynda Kristiane Per- Sehingga apa yang dilakukan
die di Kantor Dewan Adat Dayak AMC merupakan program yang
(DAD) Puruk Cahu, Senin (14/10). baik dan sangat sejalan dengan
Hadir Plt Kepala Dinas Pen- yang dilakukan pemerintah dan kegiataN PHBK yang diikuti puluhan guru PAUD dan TK di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Murung Raya, Senin (14/10). Foto : PPost/Trisno
didikan, Pahala Budiawan, dan organisasi yang dipimpinnya.
perwakilan manajemen AMC. “Kegiatan ini positif dan sangat secara berkelanjutan guna pen- yang cerdas dan berkualitas,” Dimana PHBK untuk pen- dari Indonesia Heritage Fonda- dan juga kesediaan para peserta
Bunda PAUD Mura yang juga baik, diharapkan seluruh peserta ingkatan SDM yang berinovasi, demikian Lynda Kristiane. ingkatan kualitas guru PAUD tion yang memang berpengala- untuk mengikuti kegiatan terse-
Ketua TP-PKK setempat dalam dapat mengimplementasikan berintegritas dan kompeten bagi Sementara itu perwakilan tersebut dilaksanakan berlatar man dibidang pendidikan PAUD but.
sambutannya mengatakan, pen- dan membagikan juga ilmu yang seluruh guru PAUD dan TK di AMC, Sri Armiyati Jarkasi me- belakang pentingnya pendidikan dan TK. “Dengan harapan agar ke
didikan usia dini merupakan didapat guru PAUD dan TK lain- Mura. nyampaikan, bahwa sektor pendi- karakter anak usia dini yang Kegiatan dilaksanakan selama depan program tersebut dapat
komponen penting bagi perkem- nya,” tuturnya. “Sehingga para guru tersebut dikan menjadi salah satu prioritas tentu harus mendapat perhatian. dua hari, dan dirinya atas nama terus berjalan, sehingga akan
bangan Bangsa. Dirinya berharap kegiatan mampu tumbuh kembangkan program CSR AMC termasuk di Ia menerapkan bahwa pelati- manajemen AMC berterima ka- mampu mencapai sasaran yang
Di usia emas, kata dia, generasi tersebut dapat dilaksanakan anak usia dini menjadi generasi wilayah Kabupaten Mura. han ini melibatkan nara sumber sih atas dukungan pemerintah lebih luas,” tandasnya.(Trs/P3)

