Page 45 - E-book Terintegrasi Potensi Lokal Berbasis STEAM-PBL Tema Wujud Zat dan Perubahannya
P. 45
1) Perubahan dari padat ke cair – MENCAIR
Padat memiliki ikatan yang kuat dan tetap pada posisinya. Sifat ini
memberikan padat bentuk dan volume. Saat padat dipanaskan, gerak antar
partikel meningkat. Atom/molekul tetap berinteraksi satu sama lain namun
gerak mereka bersaing dengan interaksi masing-masing. Jika energi yang
diberikan cukup kuat, ikatan mereka akan mulai memudar dan partikel
bergerak lebih bebas. Atom/molekul mulai melewati satu sama lain dan zat
mulai berubah dari padat ke cair yang disebut mencair. Partikel cair hanya
terpisah sedkit menjauh. Partikel memiliki energi kinetic lebih besar namun
cukup terikat sehingga mereka mempertahankan diri tidak menjadi gas.
Contohnya penggaraman pada pembuatan petis, saat diberikan garam pada
ikan tongkol maka garam akan menjadi larut sata dipanaskan menjadi leleh
bersama dengan air yang meleleh karena dipanaskan. Lilin yang dibakar Gambar 32 penggaraman Ikan
menjadi leleh beberapa saat kemudian.
Kita beranggapan bahwa pada garam tidak mendapatkan energi panas. Padahal dalam suhu
normal garam mendapatkan energi panas sehingga menyebabkan lama kelamaan pada garam
akan larut seperti air dan seaakan menghilang.
Perubahan wujud zat dari padat menjadi cair disertai dengan perubahan jarak antarpartikel air
yang semakin menjauh dan menjadi semakin lemah ikatan antarpartikelnya karena
pergerakan partikel yang terus menerus. Hal ini menyebabkan partikel penyusun akan lebih
mudah berpindah tempat sehingga benda tersebut akan berubah wujud dari padat menjadi
cair.
Gambaran pergerakan partikel pada perubahan wujud zat dari padat ke cair (mencair) pada
garam yang mencair
Setelah menerima
panas
Keadaaan Keadaaan
partikel partikel
40