Page 59 - E-Modul Pembelajaran Informatika Fase E_2_Neat
P. 59
Fiber Optik
Koneksi internet melalui kabel faber optik FO (fiber optik) atau serat optik memiliki ketahanan terhadap
gangguan cuaca. Oleh karena itu, koneksi internet menggunakan FO merupakan pilihan tepat yang digunakan saat ini,
terutama untuk kebutuhan rumah tangga, lembaga pendidikan dan perkantoran. Kelemahan dari koneksi ini adalah
belum semua daerah tercakup dalam jaringan fiber optik atau ISP.
Kabel FO sendiri terdiri atas kabel dengan inti kaca yang dibalut oleh beberapa lapis materi pelindung. Kabel
serat optik biasanya terdiri atas inti yang terbuat dari kaca atau serat plastik, lapisan plastik penyangga, kemudian
serat kevlar yang membantu untuk memperkuat kabel dan mencegah kerusakan. Pada bagian luar diberikan isolasi
pembungkus yang terbuat dari teflon atau bahan PVC.
Berbeda dengan kabel lain yang menggunakan sinyal elektronik untuk mentransmisikan data, kabel serat optik
menggunakan cahaya. Cara ini sangat ideal terutama pada lingkungan yang mempunyai banyak intervensi listrik.
Selain itu, kabel serat optik juga cocok digunakan untuk jaringan yang menghubungkan beberapa gedung karena
kekebalannya terhadap efek kelembapan dan serangan petir.
(a) (b)
(a) Kabel serat opik dan (b) bagian dalamnya
Kabel serat optik mempunyai kemampuan mentransmisikan sinyal dengan jarak lebih jauh dibandingkan dengan
kabel koaksial dan twisted pair. Kabel jenis ini memiliki kapasitas untuk membawa transformasi dengan kecepaatan
yang jauh lebih besar. Kapasitas yang lebih bebas memungkinkan jaringan untuk memberikan layanan transfer data
yang lebih besar, seperti konferensi video dan layanan interaktif.
Kelemahan yang dimiliki kabel FO adalah sulitnya pemasangan dan modifikasi. Biasanya, hal ini hanya dilakukan oleh
profesional karena membutuhkan ketelitian tingkat tinggi.
Kabel Telepon
Koneksi internet melalui kabel telepon atau PSTN (Pub lic Switched Telephone Network) merupakan cara koneksi
paling tua. Pada tipe koneksi ini, komputer dihubungkan ke ISP (Internet Service Provider) menggunakan saluran
telepon biasa. Koneksi jaringan menggunakan kabel telepon sering juga disebut dengan koneksi dial-up. Untuk dapat
melakukan koneksi dial-up, pengguna harus memiliki modem.
Pada saat komputer mengirimkan data ke internet, modem akan mengubah sinyal digital dari komputer menjadi
sinyal analog sehingga sinyal tersebut dapat dilewatkan melalui kabel telepon. Pada saat komputer menerima data
dari internet, modem akan mengubah sinyal analog yang datang melalui kabel telepon menjadi sinyal digital sehingga
komputer dapat membaca sinyal tersebut
Selain menggunakan teknologi dial-up, koneksi melalui kabel telepon juga dapat dilakukan menggunakan teknologi
ADSL (asymmetric digital subscriber line) dengan menggunakan modem ADSL. Teknologi ADSL memliki transfer data
yang jauh lebih besar dari dial-up.
55