Page 30 - E-MODUL LITERASI SAINS FLUIDA DINAMIS
P. 30
Penerapan Asas Bernoulli
Benarkan Tabung Pitot Penyebab Jatuhnya
Pesawat Lion Air JT610 Jatuh?
Sumber: m.merdeka.com
Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perarian Karawang pada
tanggal 29 Oktober 2018 diduga karena masalah tabung pitot. Sebelum hilang
kontak dan jatuh, pesawat anyar yang baru diproduksi itu menunjukkan
perubahan yang tidak menentu dalam kecepatan, ketinggian (altitude) dan
arahnya. Hal itu menyebabkan para ahli berspekulasi bahwa masalah pada
instrumen pesawat yang digunakan untuk menghitung kecepatan dan ketinggian
pesawat, mungkin telah menyebabkan kecelakaan itu, demikian dilaporkan
Russel Goldman untuk the The New York Times, yang dikutip Rabu
(31/10/2018).
Lion Air JT 610 berangkat dari Jakarta pada hari Senin (29/10/2018) pukul
6.20 pagi untuk menuju Pangkal Pinang. Setelah lepas landas, pesawat sempat
mencapai ketinggian 2.100 kaki sebelum kemudian 'terjun' menjadi sekitar 1.475
kaki, demikian menurut data satelit yang dikirimkan dari pesawat dan
ditayangkan oleh situs penerbangan Flightradar 24.
Beberapa saat kemudian, pesawat naik ke ketinggian bervariasi antara 4.500
dan 5.350 kaki. Data kemudian menunjukkan penurunan yang tajam, hingga
hilang kontak pada pukul 6.32 pagi. Kapal terbang itu jatuh, dan diduga kuat
menewaskan 189 orang di dalamnya. Dalam penerbangan normal, garis-garis
pada grafik Flightradar 24, yang mewakili kecepatan (kuning) dan ketinggian
(biru), biasanya akan naik ke relatif halus. Tetapi, pada penerbangan Lion Air JT
610 hari pada Senin, grafik itu menunjukkan fluktuasi. Turun naik. "Grafik
penerbangan yang tidak menentu membuat kami mencurigai adanya masalah
dengan sistem pitot-static (tabung pitot)," kata Gerry Soejatman, seorang pakar
penerbangan Indonesia, kepada The New York Times.
Sumber: https://m.merdeka.com
E-Modul Fluida Dinamis Materi