Page 475 - AR PAM 2024 FLIPBOOK_5 Direksi
P. 475

SEJARAH SINGKAT PAM JAYA                         BRIEF HISTORY OF PAM JAYA


                  Keberadaan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya, yang   The Regional Public Company for Drinking Water Jaya, hereinafter
                  selanjutnya disebut dengan  “PAM JAYA” atau “Perusahaan”   referred to as “PAM JAYA” or “Company” began in 1843 when the
                  bermula pada tahun 1843 saat Pemerintah Hindia Belanda berupaya   Dutch East Indies Government attempted to meet the clean water
                  memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kota Jakarta (Batavia)   needs of the Jakarta (Batavia) residents by sourcing clean water
                  melalui pengadaan air bersih yang berasal dari sumur bor/artesis.   from artesian wells. Between 1918 and 1920, the Ciburial spring
                  Selanjutnya, pada tahun 1918-1920, ditemukan sumber mata air   was discovered in the Ciomas area in Bogor, with a capacity of 484
                  Ciburial di daerah Ciomas, Bogor, dengan kapasitas 484 liter/  liters/second. This discovery became an important milestone in the
                  detik. Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah   history of clean water provision in Jakarta, and was marked by the
                  penyediaan air bersih di Jakarta, yang ditandai dengan pendirian   establishment of the Gementeestaat-Waterleidingen van Batavia
                  Gementeestaat-Waterleidingen van Batavia oleh Pemerintah Hindia   by the Dutch East Indies Government. December 23, 1922 became
                  Belanda. Tanggal 23 Desember 1922 menjadi momen bersejarah   a historic moment when water from Ciburial was first distributed to
                  ketika air dari Ciburial pertama kali dialirkan ke Jakarta. Sejak itu,   Jakarta. Since then, this date has been celebrated as the anniversary
                  tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi PAM JAYA.  of PAM JAYA.

                  Pasca kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945, layanan air minum   After Indonesia’s independence, in 1945, drinking water services in
                  di Jakarta dilanjutkan oleh Dinas Saluran Air Minum Kota Praja di   Jakarta were managed by Dinas Saluran Air Minum Kota Praja under
                  bawah Kesatuan Pekerjaan Umum Kota Praja. Kemudian, pada 30   the Kesatuan Pekerjaan Umum Kota Praja. Then, on April 30, 1977,
                  April 1977, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membentuk   the DKI Jakarta Provincial Government officially established PAM
                  PAM JAYA melalui Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 Tahun   JAYA based on DKI Jakarta Regional Regulation No. 3 of 1977. PAM
                  1977. Keberadaan PAM JAYA selanjutnya dikukuhkan oleh Surat   JAYA was further confirmed by the Minister of Home Affairs Decree
                  Keputusan Menteri Dalam Negeri No. PEM/10/53/13350 tanggal   No. PEM/10/53/13350 on November 2, 1977, which was promulgated
                  2 November 1977, yang diundangkan dalam Lembaran Daerah DKI   in the DKI Jakarta Regional Gazette No. 74 of 1977.
                  Jakarta Nomor 74 Tahun 1977.

                  Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan   As a regional company providing clean water services to the
                  air bersih bagi warga DKI Jakarta, PAM JAYA tidak hanya dituntut   residents of DKI Jakarta, PAM JAYA is required to deliver clean
                  untuk menyediakan layanan yang andal, tetapi juga mengedepankan   water services while adhering to the principles of sustainability,
                  prinsip keberlanjutan (sustainability) demi kelangsungan Perusahaan   ensuring the continuity of the company and all its stakeholders.
                  dan seluruh pemangku kepentingannya. Untuk itu, PAM JAYA harus   To achieve this, PAM JAYA must be able to balance two aspects
                  mampu menyeimbangkan dua aspek sekaligus yaitu tanggung   at once, namely social responsibility as a public service provider,
                  jawab sosial sebagai penyedia layanan publik, serta kelayakan   as well as economic feasibility so that the Company can continue
                  ekonomis agar perusahaan tetap beroperasi secara berkelanjutan.   to operate sustainably. In its journey for more than a century, PAM
                  Dalam perjalanannya selama lebih dari satu abad, PAM JAYA   JAYA has faced many challenges, but has remained consistent in
                  telah menghadapi berbagai tantangan, namun tetap konsisten   carrying out its mission of providing access to clean water for the
                  menjalankan misinya dalam menyediakan akses air bersih bagi   community.
                  masyarakat.


                  Pada 6 Juni 1997, PAM JAYA menandatangani Perjanjian Kerja   On June 6, 1997, PAM JAYA signed a Cooperation Agreement
                  Sama (PKS) dengan dua mitra swasta untuk jangka waktu 25 tahun,   (PKS) with two private partners for a period of 25 years, namely PT
                  yaitu PT Garuda Dipta Semesta --yang kemudian menjadi PT PAM   Garuda Dipta Semesta - which later became PT PAM Lyonnaise Jaya
                  Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Kekas Pola Airindo –yang berubah   (PALYJA), and PT Kekas Pola Airindo - which became PT Thames
                  menjadi PT Thames PAM JAYA (TPJ). Melalui kerja sama ini, terhitung   PAM JAYA (TPJ). Through this cooperation, starting February 1, 1998,
                  mulai 1 Februari 1998, operasional penuh pelayanan air minum di   the full operation of drinking water services in the Jakarta area was
                  wilayah Jakarta dijalankan oleh kedua mitra swasta tersebut.  carried out by these two private partners.


                  Setelah melalui berbagai proses evaluasi dan negosiasi, Perjanjian   After going through evaluation and negotiation processes, this
                  Kerja Sama ini dilakukan revisi (Amended and Restated Agreement)   Cooperation Agreement was revised (Amended and Restated) with
                  dengan Perjanjian Kerja Sama yang baru pada  22 Oktober 2001.   a new Cooperation Agreement on October 22, 2001. Subsequently,
                  Selanjutnya, dilakukan beberapa adendum untuk menyesuaikan   several addendums were made to adjust the cooperation agreement
                  kesepakatan kerja sama sebagai berikut:          as follows:












                  Laporan Keberlanjutan 2024                     21                               2024 Sustainability Report
   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480