Page 2 - SISTEM EKSKRESI TATU
P. 2
materi78.co.nr BIO 3
b. Kapsula Bowman 3) Augmentasi (penambahan)
Adalah kapsul yang berfungsi menampung Urin sekunder kemudian mengalami
hasil filtrasi darah. penambahan zat, seperti urobilin, H , NH4
+
+
Kapsula Bowman menyelubungi glomerulus dan urea. Penambahan zat-zat ini
dan memiliki dinding berlumen yang memberikan warna dan bau pada urin.
tersusun atas epitel pipih dan berhubungan Augmentasi menghasilkan urin tersier atau
dengan t.k. proximal. urin sesungguhnya.
Saluran nefron Faktor yang mempengaruhi pembentukan urin:
c. Tubulus kontortus proximal 1) Hormon anti-diuretik (ADH)
Adalah saluran nefron lanjutan kapsula ADH dihasilkan kelenjar hipofisis yang me-
Bowman yang melakukan reabsorpsi. ngatur jumlah cairan dan volume urin akhir
d. Lengkung Henle pada t.k. distal dan t. kolektivus dengan me-
Adalah saluran lanjutan t.k. proximal yang ngatur reabsorpsi dan permeabilitas tubulus.
berbentuk lengkung dan melakukan reabsorpsi. 2) Zat diuretik
e. Tubulus kontortus distal Konsumsi zat diuretik (misalnya teh)
Adalah saluran nefron yang melakukan menghambat reabsorpsi air dan
reabsorpsi dan augmentasi. menyebabkan volume urin bertambah.
f. Tubulus kolektivus (pengumpul) 3) Suhu
Adalah saluran nefron yang mengumpulkan Ketika suhu panas, respirasi sel meningkat
urin dari nefron-nefron ginjal. dan cairan tubuh keluar melalui keringat
(dehidrasi), sehingga volume urin berkurang.
Tipe-tipe nefron:
Ketika suhu lingkungan dingin, respirasi sel
1) Nefron kortikal, yaitu nefron yang hanya
berada di ujung medulla, dengan lengkung menurun dan cairan tetap disimpan dalam
Henle yang pendek. tubuh (kelebihan air), sehingga volume urin
bertambah.
2) Nefron jukstamedula, yaitu nefron yang
berlanjut sampai ke dalam medulla, dengan 4) Jumlah air atau cairan tubuh
lengkung Henle yang panjang. Warna urin disebabkan oleh adanya urobilin,
Mekanisme pembentukan urin: namun kepekatannya diatur volume urin.
1) Filtrasi (penyaringan) Perbedaan Dehidrasi Kelebihan
Darah bertekanan tinggi masuk ke dalam cairan
glomerulus dan tersaring dengan tidak cairan tubuh kekurangan berlebih
meloloskan sel dan protein darah. produksi ADH bertambah berkurang
Filtrasi darah menghasilkan urin primer. reabsorpsi air meningkat menurun
2) Reabsorpsi (penyerapan kembali) urin pekat encer
Urin primer yang masih meloloskan zat penting C. PARU-PARU
akan diserap kembali oleh kapiler peritubuler.
Paru-paru adalah organ yang mengekskresikan
Reabsorpsi terjadi pada t.k. proximal, uap air dan karbondioksida yang dihasilkan
lengkung Henle, dan t.k. distal. melalui proses respirasi aerob.
Reabsorpsi dilakukan melalui dua cara: Pertukaran karbondioksida terjadi melalui
a. Reabsorpsi obligat, yaitu reabsorpsi mekanisme berikut:
yang mutlak terjadi, yaitu reabsorpsi air 1) Respirasi pada mitokondria sel menghasikan
(osmosis) dan glukosa, asam amino, zat sisa yaitu CO2.
vitamin dan mineral (transpor aktif) pada 2) Karbondioksida berdifusi dari sel menuju
t.k. proximal.
kapiler vena lalu dibawa ke alveolus dengan
b. Reabsorpsi fakultatif, yaitu reabsorpsi tiga cara:
yang terjadi sesuai kebutuhan tertentu, a. Oleh plasma darah
yaitu reabsorpsi air di lengkung Henle, Setidaknya 5% CO2 larut dalam plasma
t.k. distal dan tubulus kolektivus.
darah membentuk:
Reabsorpsi urin primer menghasilkan urin
sekunder. CO2 + H2O d H2CO3
SISTEM EKSKRESI 2

