Page 34 - Modul Astrofisika
P. 34
Klasifikasi Bintang Berdasarkan Luminositas
• Kelas Ia: Bintang Maharaksasa sangat terang
• Kelas Ib: Bintang Maharaksasa kurang terang
• Kelas II: bintang raksasa terang
• Kelas III: bintang raksasa
• Kelas IV: bintang sub-raksasa
• Kelas V: deret utama
Struktur bintang
Struktur bintang sekelas matahari atau yang lebih kecil
Konveksi terjadi ketika terdapat perbedaan temperatur yang cukup besar antara dua lapisan
fluida. Gas dan plasma, dua wujud zat di dalam bintang, berlaku sebagai fluida. Dalam konveksi,
energi dibawa oleh materi yang bergerak dari lapisan yang bertemperatur tinggi ke rendah.
Seperti yang telah dibicarakan di atas, pembangkitan energi pada bintang-bintang sekelas
matahari atau yang lebih kecil, terutama ditempuh melalui mekanisme rantai proton-proton yang
tidak terlalu peka terhadap suhu. Hal ini menyebabkan temperatur pada lapisan-lapisan di bagian
inti tidak terlalu jauh berbeda sehingga konveksi tidak terjadi. Energi di bagian inti diangkut keluar
dengan cara radiasi.
Sebaliknya di bagian luar bintang, temperatur cukup rendah sehingga mengizinkan atom hidrogen
berada dalam keadaan netral. Pada satu titik di dalam bintang antara inti dan permukaan, foton-
foton berenergi tinggi dalam panjang gelombang ultra violet yang diradiasikan dari inti kemudian
diserap oleh hidrogen-hidrogen netral untuk mengionisasi diri, sehingga seolah-olah lapisan ini
menjadi tidak tembus cahaya ultra violet. Dari titik ini penghantaran dengan cara radiasi berhenti
dan energi kemudian diangkut secara konveksi.
Struktur Matahari.
Jadi untuk bintang-bintang sekelas matahari atau yang lebih kecil, lapisan radiasi dominan di bagian
inti sementara lapisan konveksi dominan di bagian luar.
Anatomi matahari:
• Secara umum terbagi menjadi 2 bagian: