Page 38 - SUHU DAN PERUBAHANNYA
P. 38
∆ = ℎ (℃) → ∆ = −
0
= ℎ ℎ (℃)
= ℎ (℃)
0
= 3
Jika ingin menentukan volume akhir benda ( ) adalah
= + ∆
0
B. Pemuaian zat cair
Sebagaimana zat padat, zat cair juga memuai jika dipanaskan,
misalkan pada saat kamu memasak air dalam panci sampai penuh. Ketika
mendidih, air itu akan tumpah. Hal ini menunjukkan bahwa air memuai.
Dalam zat cair terjadi muai volume karena zat cair tersebut menempati
ruang sesuai bentuk tempatnya. Pemuaian zat cair berbeda-beda
bergantung pada besar koefisien muai volume. Semakin besar koefisien
muai volume suatu zat, semakin besar pula pemuaiannya.
Koefisien muai ruang atau muai volume adalah bilangan yang
menunjukkan pertambahan volume setiap satuan volume suatu zat jika
suhu naik 1℃.
Tabel 4. Koefisien muai ruang beberapa jenis zat cair
No Jenis Zat Cair Koefisien muai ruang zat cair (/℃)
1 Alkohol (metil) 0,00120
2 Alkohol (etil) 0,00110
3 Gliserin 0,00053
4 Minyak Parafin 0,00090
5 Air Raksa 0,00018
6 Air 0,00044
7 Karbon Sulfida 0,00112
8 Teroentin 0,00105
9 Aseton 0,00150
Besar pemuaian volume pada zat cair sama seperti pemuaian
volume pada zat padat, yaitu:
∆ = × × ∆
0
Dengan :
= (/℃)
38 | P a g e