Page 17 - Final Produk E-Modul Interaktif Pada materi virus untuk siswa fase E SMA/MA
P. 17
E-MODUL INTERAKTIF BIOLOGI KELAS X FASE E SMA/MA
1. Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks
(batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus aden-
ovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks
ditemukan pada virus Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup
tujuh fage yang menginfeksi bakteri Escherichia coli, ketujuh faga ini diberi nama tipe 1
(T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan ditemukannya
2. Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan
berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein
sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri. Tidak semua
virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya, misalnya virus
influenza. Secara kebetulan faga ipe genap yang diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki
kemiripan dalam struktur, yaitu kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang
menyelubungi DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral
tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang digunakan untuk
menempel pada suatu bakteri
3. Viroid dan Prion
a. Viroid
Menurut Kemenag (2020) Viroid merupakan patogen tumbuhan yang tersusun atas
potongan pendek (beberapa ratus basa nuktelotida) RNA yang komplementer, sirkuler
dan untaian tunggal Viroid berbeda dengan virus; struktur penyusun viroid tidak
memliki kapsid. Viroid hanya mampu bereproduksi di dalam sel hidup sebagai
partikel RNA. Contohnya penyebab penyakit spindle tuber disease pada kentang.
Viroid merupakan asam nukleat yang kemampuan replikasinya sudah diketahui
dengan baik
b. Prion
Menurut Kemenag (2020) Prion adalah adalah pembawa penyakit menular yang
hanya terdiri dari protein, contohnya pada penyakit bovine spongiform
encephalopathy (BSE) atau sapi gila Ketika prion memasuki sel yang mengandung
bentuk normal protein, prion akan mengubah protein normal lain menjadi prion yang
salah menggulung. Kemudian prion yang salah tadi akan beragregasi membentuk
kompleks yang dapat mengubah protein normal lain menjadi prion dan bergabung
dengan rantai tersebut. Agregasi prion ini akan mengacaukan fungsi sel normal dan
menimbulkan gejala penyakit berupa degenerasi otak.
10
Virus