Page 17 - 2200008022_JIHAN SYARIFTAHUN NISA_Prak-Tekpemb (1)_Neat
P. 17

Gejala Klinis Penyakit Asma:
                             Dispnea (sesak nafas) yang bermakna
                             Batuk, terutama dimalam hari
                             Pernafasan yang dangkal dan cepat
                             Mengi (bunyi) yang dapat terjadi pada akultasi paru. Biasanya terjadi pada
                               saat ekspirasi, kecuali pada kondisi yang telah parah.
                             Peningkatan usaha pernafasan, ditandai  dengan retraksi dada, disertai
                               perburukan kondisi nafas cuping hidung.
                             Kecemasan yang berhubungan dengan ketidak mampuan mendapat udara
                               yang cukup
                             Udara terperangkap karena obstruksi aliran darah, terutama terlihat selama
                               ekspirasi.
                        Diagnosis Penyakit Asma
                             Penyakit  asma  didiagnosis  menggunakan  Spirometer  yaitu  alat  yang
                               mengukur dan mengidentifikasi penurunan kapasitas dan penurunan aliran
                               ekspirasi (puncak maksimum)
                             Untuk mengevaluasi gejala asma dirumah,tersedia Peak Flowmeter. Dengan
                               alat ini FEV(Force Flow rate) maksimum yang juga disebut juga peak flow
                               diukur selama serangan dan waktu diantara episode asmatik (Catatan:Karena
                               alat pribadi jangan hanya mengukur selama 1 detik,karena akan memberikan
                               nilai yg berbeda dari FEV yang lebih akurat)
                             Saturasi hemoglobin dengan oksigen (Saturasi Oksigen) diukur untuk
                               mengetahui bagaimanan darak teroksigenasi dengan baik pada individu yang
                               memiliki  gejala asmatik. Teknik ini menempatkan sensor dijari untuk
                               mendapat informasi dengan menilai warna darah yang mengalir didalamnya.
                               Hemoglobin yang tidak bersaturasi lebih gelap dibandingkan dengan yang
                               tersaturasi.
                             Analisis Gas Darah mungkin memperlihatkan penurunan konsentrasi oksigen
                               diarteri dan alkalosis respiratoris.
                        Penanganan Penderita Asma
                             Langkah pertama dalam pengobatan adalah mengevaluasi derajat/stadium
                               asma  penderita.  Asma  terbagi  menjadi  4  stadium  yaitu  ringan  dan
                               intermiten,  ringan  dan  persisten,  moderat/sedang  dan  berat.  Terapi  yang
                               diberikan harus sesuai stadium.
                             Untuk  keempat  stadium  asma,  menghindari  terpajan  allergen  (bahan
                               penyebab alergi) yang telah diketahui adalah tindakan yg penting. Alergen
                               contohnya: asap rokok,asap kayu,debu, dan bulu binatang.
                             Pemantauan laju Peak Flow yang sering terutama selama insiden meningkat,
                               seperti pada musim dingin dan musim semi(banyak serbuk sari bunga
                               beterbangan),hal ini sanagat diperlukan bahkan pada asma ringan sekalipun.
                               Jika diketahui penurunan peak flow signifikan,pengobatan harus segera
                               dilakukan bukan ditunggu sampai bertambah parah. (Ritonga, t.t, )






                                                                12
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21