Page 189 - CERPEN 9A - Copy
P. 189

Mengukir Indah Kisah Remaja di Masa SMP



                      Di sebuah SMP di kota bandung, ada sepasang siswa yang bernama Arsita dan

              Argan. Mereka sepasang kekasih yang sudah jatuh cinta saat masih di bangku SMP.

              Arsita seorang kakak kelas dan Argan seorang adek kelas di sekolah mereka. Argan,

              pemuda yang mengikuti ekskul basket dan Arsita gadis cantik rupawan yang mengikuti

              ekskul PMR di sekolahnya.

                      Suatu  hari,  di  sekolah  mereka  Argan  sedang  latihan  basket  persiapan  untuk

              event.  Pada  saat  Argan  sedang  latihan,  Arsita  lewat  di  tengah  lapangan  menuju  ke
              kantin bersama teman – temannya. Arsita sempat berhenti di tengah lapangan untuk


              megikat  tali  sepatunya  dan ternyata bola basket  yang di lempar  menuju  ring malah
              terkena di kepala Arsita. Arsita pun merasa kesakitan dan berteriak “ aaa sakit “ Argan


              pun datang dengan wajah yang panik.
              “ Arsita, apakah kepala mu cedera? “ ucap Argan dengan wajah paniknya.


              “ Aku tidak apa – apa Argan, hanya saja kepala ku terasa sedikit sakit “ ucap Arsita
              dengan senyuman manis di wajahnya.


                      Seiring  berjalannya  waktu,  Arsita  mulai  merasa  jatuh  cinta  terhadap  Argan
              karena sifatnya memang yang sudah di incar oleh Arsita dari lama.


              Saat istirahat tiba Arsita dan Argan berpapasan di depan kelas Argan, lalu Argan pun
              menyapa Arsita.


              “ hai Arsita “ ucap Argan.
              “ eh, hai juga Argan “ ucap Arsita dengan wajah tersipu malu.


                      Mereka  pun  mulai  berbincang  -  bincang  dan  bertukaran  No  HP.  saat  jam
              istirahat selesai Arsita dan Argan kembali ke kelas masing - masing.


              hari -  hari berlalu,  Arsita sudah  sangat  jatuh  cinta kepada Argan,  dan ia berencana
              untuk menguhubungi Argan. Arsita pun mulai menghubungi Argan.


              “ Argan, aku Arsita “ kata - kata yang di ketik ke Argan.


                                                                                                           189
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194