Page 11 - Modul Hana Fatimah
P. 11
CERITA PEMBUKA
MISTERI PAGAR TAMAN
YANG HILANG
Pagi itu, suasana di sudut taman sekolah sedikit heboh. Bu Sarah
mengajak Aisyah, Amir, Bilal, Zahra, dan Fatih melihat pagar kayu
yang rusak dimakan usia.
"Anak-anak, kita harus segera memperbaiki pagar ini sebelum
kelinci sekolah kita yang lincah kabur keluar taman," kata Bu Sarah.
"Bapak tukang kayu sudah siap bekerja, tapi beliau bertanya:
Berapa meter kayu yang harus disiapkan untuk memagari seluruh
pinggiran taman ini?"
Aisyah langsung sigap mengeluarkan meteran panjangnya. Zahra
mulai menggambar bentuk taman di buku sketsanya. Ternyata,
bentuk tamannya cukup unik dan punya banyak sudut!
Terjadi Perdebatan!
(Mana yang Harus Diukur?)
"Gampang!" seru Fatih penuh semangat sambil menunjuk semua
garis di denah. "Kita ukur saja semua garis yang terlihat di sini,
termasuk garis jalan setapak yang ada di tengah taman!"
Amir mengerutkan kening, tanda ia sedang berpikir keras. "Tunggu
dulu, Fatih. Kalau tujuannya adalah memagari pinggiran, apakah
garis yang ada di tengah-tengah taman itu perlu kita pasang
kayunya juga?"
Zahra terdiam menatap gambarnya. "Hmm... seandainya aku
adalah kelinci yang berlari satu putaran penuh mulai dari gerbang
dan kembali lagi ke gerbang tanpa masuk ke tengah, garis mana
saja yang aku injak?"
6
Pendahuluan

