Page 657 - Gabungan
P. 657
kata Mochtar dengan sungguh-sungguh.
"Tuan Saleh! Besok hari Minggu, klinik tutup. Bagaimana kalau
Tuan datang ke sini, kita bisa ngobrol panjang lebar?"
"Tidak mengganggu kehidupan keluarga Tuan?"
"Tidak masalah! Istriku, Maria, wanita yang sangat pengertian."
"Terima kasih banyak! Jam berapa besok pagi saya harus
datang?"
"Jam 8, bagaimana?"
"Baik!" Mochtar Saleh bangkit dengan gembira dan bersalaman
dengan Bai Wenhao.
Bai Wenhao memperhatikan Mochtar Saleh yang pergi, merasa
tertarik. Ada seorang yang usianya dua kali lipat darinya, seorang ahli
sosiologi, ingin berdiskusi tentang kehidupan. Pertemuan pertama ini
meninggalkan kesan mendalam. Besok, diskusinya harus bermakna
bagi kedua belah pihak.
Malam itu, Bai Wenhao menyiapkan buku-buku dan catatan terkait,
merenungkan berbagai persoalan. Keesokan harinya sebelum jam 7
pagi, ia sudah berada di klinik menunggu. Mochtar Saleh datang tepat
waktu, membawa tape recorder kecil.
"Jika Tuan Bai setuju, saya ingin merekam percakapan kita agar
tidak perlu mencatat. Bagaimana pendapat Tuan?" * tanya Mochtar
sambil menunjuk recorder-nya.
657

