Page 48 - E-Modul Berbasis Model Problem Based Learning Sel - Kelas XI
P. 48
Lemak
Lemak berperan sebagai cadangan energi dan pelindung organ tubuh. Metode
yang digunakan untuk mendeteksi lemak antara lain:
1. Uji Kertas Transparan: Lemak akan meninggalkan noda transparan yang
tidak menghilang pada kertas jika positif.
2. Uji Sudan III: Jika terdapat lemak, larutan akan berubah menjadi merah
cerah karena Sudan III larut dalam lemak.
Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) berperan sebagai antioksidan yang penting bagi
tubuh. Uji yang digunakan adalah:
1. Uji DCPIP: Jika makanan mengandung vitamin C, larutan biru DCPIP akan
berubah menjadi bening. Prinsipnya Ketika bertemu dengan vitamin C
(asam askorbat), DCPIP akan berubah menjadi tidak berwarna karena
vitamin C mereduksi DCPIP.
2. Titrasi Iodometri: Menggunakan larutan iodin yang akan bereaksi dengan
vitamin C dan menunjukkan perubahan warna.
3. Spektrofotometri UV-Vis: Digunakan untuk mengukur kadar vitamin C
dengan lebih akurat dalam laboratorium.
4. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC): Digunakan untuk analisis kuantitatif
yang lebih presisi.
Uji kandungan biomolekul dalam bahan makanan sangat penting untuk
mengetahui nilai gizi suatu makanan. Dengan melakukan pengujian ini, kita
dapat memahami lebih dalam tentang komposisi nutrisi dalam makanan sehari-
hari dan memilih makanan yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Selain itu, uji
biomolekul juga berperan dalam industri pangan untuk memastikan kualitas
dan keamanan produk makanan sebelum dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh
karena itu, pengujian kandungan biomolekul tidak hanya bermanfaat bagi
individu dalam menjaga pola makan sehat, tetapi juga bagi produsen dan
peneliti dalam mengembangkan produk makanan yang lebih bergizi dan aman.
E-Modul Berbasis PBL Materi Sel Kelas XI SMA/MA 34