Page 47 - MODUL ELEKTRONIK 19 2022
P. 47
Periderm dengan Iwentisel muncul pada epidermis. Satu atau dua lapisan korteks
yang terdapat di bawah epidermis mengandung kloroplas.
Floem primer menghasilkan serat dan letaknya berdekatan dengan korteks.
Serat juga berkembang di daerah floem sekunder. Kambium pembuluh memisahkan
floem dan xilem sekunder, dan membentuk silinder yang kompak. Jari-jari parenkim
sekunder mula-mula uniseriat, kemudian terjadi pula jari-jari yang bersifat
multiseriat. Beberapa jari-jari mengalami dilatasi di bagian floem luar, bersama
dengan penuaan batang. Empulur yang parenkimatis mengandung sel-sel lendir.
Tepung dan kristal juga ditemukan pada empulur, korteks, jari-jari dan parenkim
aksial. Selain mempunyai tipe kolateral terbuka, pada dikotil herba berkas
pengangkut dapat bertipe bikolateral (misalnya pada Solanaceae).
b. Struktur Batang Tumbuhan Monokotil
Gambar 2.10. Struktur Batang Monokotil
Batang monokotil tersusun oleh epidermis, korteks dan stele. Epidermis
dilengkapi dengan stomata dan trikomata. Korteks seperti halnya pada batang dikotil
terdiri atas sel-sel parenkim yang kadang berkloroplas. Bagian terluar korteks biasanya
terdiri atas sel-sel berdinding tebal disebut hipodennis, misalnya pada batang jagung
(Zea mays). Batas korteks dan stele dapat nyata atau tidak nyata. Pada tumbuhan
Gramineae/Cyperaceae batas korteks dan stele tidak nyata karena stele berisi berkas
pengangkut yang letaknya tersebar. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh
yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem
tidak ditemukan cambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan
batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi
40 E-Modul Biologi Untuk Kelas X SMA :Tumbuhan Berbunga (Angiospermae)