Page 40 - E-BOOK LATIHAN AKM LITERASI INFORMASI DAN FIKSI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP
P. 40
Surati. “Aku adalah seorang putri yang berasal dari Kerajaan Klungkung,”
jawab perempuan itu. "Apa yang kau lakukan di hutan ini seorang diri? Di
mana keluargamu?" tanya Raden Banterang.
"Aku pergi ke dalam hutan ini untuk menyelamatkan diri dari pertempuran.
Ayahku mati terbunuh dalam pertempuran itu, jelas Surati sedih.
Mendengar penjelasan Surati, Raden Banterang merasa kasihan. Lalu,
la mengajaknya untuk berlindung di kerajaannya. Surati yang menyetujui
ajakan Raden Banterang pun mulai tinggal di Kerajaan Sindurejo. Lama-
kelamaan Raden Banterang jatuh cinta kepada Surati karena kecantikan dan
kebaikan hatinya. Akhirnya Raden Banterang mempersuntingnya menjadi
istri. Mereka pun hidup banagia di kerajaan tersebut.
Suatu hari, Putri Surati berjalan-jalan keluar istana sendirian dan
bertemu dengan seorang laki-laki bertampang lusuh dan berpakaian
compang-camping. Surati sangat terkejut ketika laki-laki itu memanggil
namanya. Ternyata laki-laki itu adalah kakaknya, Rupaksa. Mereka pun
berbicara dan ja mengajak Surati untuk membalaskan dendam akan kematian
ayahnya. Surati sangat terkejut saat mengetahui orang yang bertanggung
jawab atas kematian ayahnya adalah Raden Banterang, suaminya.
Surati pun menjelaskan kepada kakaknya bahwa ia sudah menikah
dengan Raden Banterang dan menolak untuk membalas dendam. la pun
memohon agar kakaknya mau mengampuni suaminya. Mendengar cerita
adiknya, Rupaksa hanya terdiam lalu melepaskan ikat kepalanya dan
memberikannya kepada Surati. Rupaksa meminta Surati menyimpan ikat
kepala itu di bawah tempat tidurnya sebagai kenangan akan keluarganya.
Surati berjanji untuk melaksanakan permintaan kakaknya lalu mereka pun
berpisah.
Pertemuan Surati dan kakaknya ini tidak diketahui oleh Raden
Banterang Surati pun tidak ingin memberitahukan permintaan kakaknya
kepada suaminya. Namun, suatu hari saat Raden Banterang pergi berburu, dia
bertemu dengan seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Laki-
laki yang tiba-tiba mendekati Raden Banterang itu berkata, "Wahai Tuanku,
keselamatanmu dalam bahaya!
Istrimu, Putri Surati, ingin menghabisi nyawamu, Tuan. Sebagai
buktinya adalah sebuah ikat kepala laki-laki yang ada di bawah tempat
tidurnya!" kata laki-laki itu. Mendengar itu, Raden Banterang langsung
kembali ke istana. Ia mencari-cari ikat kepala yang diceritakan laki-laki tadi.
Betapa terkejutnya la ketika menemukan ikat kepala yang dimaksud. Raden
Banterang sangat marah dan takut keselamatannya terancam, lalu, ia
langsung mencari istrinya.
Saat ia menemukan istrinya di lorong istana, Raden Banterang
langsung membentak dan memarahinya. Putri Surati terkejut kemudian
menjelaskan, "Sebenarnya ikat kepala itu berasal dari kakakku, aku bertemu
32 FOKUS AKM LITERASI INFORMASI DAN FIKSI