Page 5 - KIAT-KIAT MENDAPATKAN PAHALA
P. 5
mereka berbuat sebaik-baiknya (Al Qur’an surat (18) Al Kahfi
ayat 104)
Oleh karena itu pembaca jangan percaya begitu saja tanpa mengecek
keabsahan di dalam Al Qur’an. Hanya Allah yang berhak
memberikan pahala bukan nabi, bukan ulama, bukan ustad dan
manusia diharamkan mengkultuskan individukan nabi, ulama atau ustad.
Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan
malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia
menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut
agama) Islam ? " (Al Qur’an surat (30) Ar Ruum ayat 80)
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka
akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah
adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. (Al Qur’an surat (02)
Al Baqarah ayat 103)
Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah
sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.
(Al Qur’an surat (18) Al Kahfi ayat 44)
agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman
dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak
menyukai orang-orang yang ingkar. (Al Qur’an surat (30) Ar Ruum
ayat 45)
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan
pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebaikan (Al Qur’an surat (03) Ali ‘Imran ayat 148)
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai
cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
(Al Qur’an surat (08) Al Anfaal ayat 28)
Sejauh ini besar kecilnya pahala ditentukan karena keberadaan
manusia di tempat-tempat tertentu dan pada waktu-waktu
tertentu, seolah-olah Allah yang Maha Kuasa tidak mampu memberi
pahala setiap saat dimana saja manusia berada. Waspadalah
terhadap pemahaman-pemahaman yang sudah melekat di
masyarakat luas tentang pahala tetapi bertentangan dengan
KIAT-KIAT MENDAPATKAN PAHALA iv