Page 50 - Kelas XII. 1a. Wilayah dan Pewilayahan
P. 50
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
menghubungkan antar kota maka alternatif distribusi penduduk, barang
dan jasa makin lancar. Anda tentu sependapat bahwa antara satu wilayah
dan wilayah lain senantiasa dihubungkan oleh jalur-jalur transportasi
sehingga membentuk pola jaringan transportasi. Tingkat kompleksitas
jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah merupakan salah satu
indikasi kuatnya arus interaksi.
Sebagai contoh, dua wilayah yang dihubung kan dengan satu jalur jalan
tentunya memiliki kemungkinan hubungan penduduknya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan dua wilayah yang memiliki jalur transportasi yang
lebih banyak.
Untuk menganalisis potensi kekuatan interaksi antarwilayah ditinjau
dari struktur jaringan jalan sebagai prasarana transportasi, K.J. Kansky
mengembangkan Teori Grafik dengan membandingkan jumlah kota atau
daerah yang memiliki banyak rute jalan sebagai sarana penghubung
kota-kota tersebut. Menurut Kansky, kekuatan interaksi ditentukan
dengan Indeks Konektivitas. Semakin banyak jaringan jalan yang
menghubungkan kota-kota maka makin tinggi nilai indeks
konektivitasnya. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap potensi
pergerakan manusia, barang, dan jasa karena prasarana jalan sangat
memperlancar tingkat mobilitas antarwilayah. Untuk menghitung indeks
konektivitas ini digunakan rumus sebagai berikut.
=
= Indeks konektivitas
e = Jumlah jaringan jalan
v = Jumlah kota
52

