Page 29 - BUKU PENGAYAAN ENERGI MATAHARI DAN MANFAATNYA
P. 29
Setiap reaksi Proton-Proton atau reaksi PP dapat menghasilkan
sekitar 26,7 MeV dengan hasil keluaran berbentuk sinar gamma dan
sebagai neutrino, dimana neutrino membawa sekitar 2% energi pada
reaksi PP-I, 4% energi pada reaksi PP-II, dan 28% energi pada reaksi
PP-III. Keseluruhan dari Reaksi PP ini menghasilkan energi sekitar
98,5% dari keseluruhan energi matahari, dan sisanya dihasilkan dari
reaksi siklus karbon.
Setiap reaksi fusi terjadi, secara konstan 0,7% dari massa akan
berubah menjadi energi. Apabila nilai persentase tersebut berubah sedikit
saja maka akan terjadi ketidakseimbangan. Misalnya saja apabila
berkurang 0,1% saja maka proton dan neutron tidak dapat berikatan
dan atom Helium mungkin tidak dapat terbentuk. Dan apabila
nilainya bertambah 0,1% juga akan mengakibatkan reaksi fusi akan
terjadi dengan cepat dan atom Hidrogen murni tidak dapat terbentuk
pula. Hal itu tentu akan mempengaruhi matahari dan tata surya ini.
Inilah kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa dalam mengatur dan
menyeimbangkan kehidupan di jagat raya, dan sudah seharusnya kita
bersyukur akan hal itu.
Energi yang dihasilkan pada inti matahari sama dengan besar
luminositasnya yaitu sebesar 3,8 x 1026 Watt. Luminositas adalah
besar energi yang dipancarkan oleh matahari, yang berarti matahari
memancarkan energi sebesar 3,8 x 1026 Joule setiap detik! Sungguh
luar biasa bukan? Energi yang dipancarkan oleh matahari menyebar
ke segala arah hingga sampai ke bumi. Namun, hanya sekitar 1,7 x 1017
Watt saja yang sampai ke bumi. Disini, atmosfir bumi yang berfungsi
sebagai efek rumah kaca memiliki manfaat untuk menyerap energi
24