Page 37 - BUKU PENGAYAAN ENERGI MATAHARI DAN MANFAATNYA
P. 37
agar dapat menghasilkan lapisan semi konduktor tipe-n dan tipe-p.
Untuk membuat lapisan semi konduktor tipe-n biasanya ditambahkan
atom nitrogen, fosfor, atau arsen, sedangkan untuk membuat lapisan
semi konduktor tipe-p biasanya silikon dicampur dengan atom boron,
aluminium, atau gallium ke dalam silikon kristal tersebut.
Sel surya yang menggunakan prinsip kerja dengan tipe-n dan
tipe-p dengan tambahan unsur atom diatas merupakan sel surya
yang paling umum digunakan pada saat ini. Namun, dalam
perkembangannya terdapat pula sel surya yang lebih canggih dan
mengganti atom tersebut dengan bahan-bahan lainnya. Pembahasan
mengenai jenis-jenis sel surya tersebut terdapat pada pembahasan
berikutnya mengenai generasi sel surya.
d. Generasi Sel Surya
Pada umumnya, sel surya yang kamu jumpai memiliki
ketebalan 0,3 milimeter. Namun, seiring dengan perkembangan
zaman, sel surya memiliki perkembangan jenis, bentuk, dan ukuran.
Sampai dengan saai ini sel surya telah memiliki perkembangan
hingga tiga generasi. Untuk itu, kali ini kita akan membahas
mengenai perkembangan sel surya pada saat generasi pertama, kedua,
dan ketiga.
a. Generasi I
Pada tahun 1883, Charles Fritts yang berasal dari Amerika
membuat sel surya untuk pertama kalinya dari bahan selenium.
Namun, efisiensi dari sel surya yang dibuatnya sangat kecil yakni
hanya sebesar 1% saja. Penelitian mengenai sel surya tersebut
dilanjutkan hingga pada tahun 1927 dibuatlah sel surya
32