Page 40 - BUKU PENGAYAAN ENERGI MATAHARI DAN MANFAATNYA
P. 40
Sel surya generasi kedua lebih tipis, lebih ringan, dan
lentur dibandingkan sel surya generasi pertama sehingga lebih
mudah digunakan. Hingga tahun 2014 tercatat bahwa efisiensi
tertinggi yang dapat dihasilkan oleh sel surya ini mencapai
20,8%. Namun, rata-rata sel surya ini memiliki efisiensi yang lebih
kecil dibandingkan sel surya generasi pertama yaitu 10%
hingga15% saja.
c. Generasi III
Sel surya generasi ketiga disebut juga advanced thin film
photovoltaic cells. Dari namanya, kamu dapat mengetahui bahwa
sel surya generasi ketiga ini juga berupa film tipis namun lebih
tinggi tingkatannya dibandingkan sel surya generasi ke dua. Sel
Surya generasi ketiga ini disusun menggunakan bahan polimer
organik dan foto elektrokimia. Sel surya generasi ketiga dikenalkan
oleh seorang professor Jerman bernama Michael Grätzel pada
tahun 1991 yang memanfaatkan teknologi bernama dye-sensitized
solar cells (DSSC). Oleh karena itu, jenis sel surya ini juga disebut
dengan sel Grätzel atau DSSC. Pada saat itu, Grätzel
menggunakan bahan semikonduktor titanium dioxide dengan
bahan pewarna berjenis Ruthenium. Sel surya yang dibuatnya
tersebut memiliki efisiensi sebesar 11%.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh beberapa
ilmuwan mengenai penemuan Grätzel, diprediksi bahwa sel surya
jenis DSSC ini dapat memiliki efisiensi hingga mencapai 33%. Proses
pembuatannya pun tidak terlalu rumit seperti pembuatan sel
35