Page 478 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 478

f





















                Sri Poh Haci
             menyadari Raden
             Budog memerhatikannya. Dia
             lalu bergegas masuk ke rumah dan melapor

             pada ibunya. Baru saja ibunya hendak keluar, Raden Budog
             sudah mengetuk pintu dan memberi salam.
                Raden Budog memperkenalkan dirinya, sekaligus

             mengutarakan niatnya untuk menikahi
             Sri Poh Haci. Sri Poh Haci setuju.
             Mereka berdua akhirnya menikah.
                Setelah menikah, kegiatan
             menumbuk lesung di rumah

             Nyi Siti terus berjalan. Sri
             Poh Haci tetap menjalankan
             tugasnya memimpin para

             gadis untuk menumbuk
             bersama-sama. Karena
             itulah, kampung itu kemudian
             dinamakan Kampung Lesung, dan
             karena letaknya di sebuah tanjung,

             orang-orang kemudian menyebutnya
             Tanjung Lesung.
                                                                                       475
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483