Page 485 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 485

Sesampainya di
                                                        rumah, dia menyerahkan
                                                    hasil temuannya pada istrinya.
                                                 “Kita masak besok saja,” kata
                                        istrinya sambil meletakkan telur dan

                                  bambu betung itu di meja dapur. Mereka
                            berdua lalu beristirahat.
                Keesokan harinya, Ku Anyi terbangun karena mendengar

             suara tangisan bayi. Tangisan itu berasal dari dapurnya.
             Bergegas dia membangunkan istrinya. Mereka berdua lalu
             segera menuju ke dapur.
                Alangkah terkejutnya mereka saat melihat ada dua bayi
             di atas meja dapur. Anehnya, telur dan bambu betung yang

             semalam mereka letakkan di situ, lenyap.
                Mereka berdua lalu sadar, bahwa telur dan bambu betung
             itu telah menjelma menjadi satu bayi laki-laki dan satu bayi

             perempuan.







       482
   480   481   482   483   484   485   486   487   488