Page 22 - BAHAN AJAR GELOMBANG CAHAYA KELAS XI
P. 22

Bahan Ajar Elektronik
                                                                                                                                                                        Fisika Kelas XI Semester 2













                                             Gambar 10.13 Interferensi cahaya pada lapisan tipis
                                             Sumber: http://Fisikazone.com

                         Seberkas cahaya jatuh ke permukaan tipis dengan sudut datang i. Sebagian berkas
                   langsung  dipantulkan  oleh  permukaan  lapisan  tipis  (sinar  a),  sedangkan  sebagian  lagi

                   dibiaskan dulu ke dalam lapisan tipis dengan sudut bias  r dan selanjutnya dipantulkan

                   kembali  ke  udara  (sinar  b).Sinar  pantul  yang  terjadi  akibat  seberkas  cahaya  mengenai
                   medium  yang  indeks  biasnya  lebih  tinggi  akan  mengalami  pembalikan  fase  (fasenya

                               o
                   berubah 180 ), sedangkan sinar pantul dari medium yang indeks biasnya lebih kecil tidak
                                                                                        o
                   mengalami perubahan fase. Jadi, sinar a mengalami perubahan fase 180 , sedangkan sinar
                   b tidak mengalami perubahan fase.

                         Selisih  lintasan  antara  a  dan  b  adalah  2d  cos  r.  Oleh  karena  sinar  b  mengalami
                   pembalikan  fase,  interferensi  konstruktif  akan  terjadi  jika  selisih  lintasan  kedua  sinar

                   sama dengan kelipatan bulat dari setengah panjang gelombang (λ). Panjang gelombang
                   yang dimaksud di sini adalah panjang gelombang cahay pada lapisan tipis, bukan panjang

                   gelombang cahaya pada lapisan tipis dapat ditentukan dengan rumus:




                                                                                           (1.31)

                         Jadi, interferensi maksimum atau garis terang jika,




                                                                                           (1.32)


                         2nd cos r = (m – ½) λ; m = 1, 2, 3, … dengan m = orde interferensi


                         Dan terjadi garis gelap atau interferensi minimum jika,







                                                                                           (1.33)

                                                              17
                                                                         Fisika SMA/MA Kelas XI
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27